RADARSEMARANG.ID, Semarang - Seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) diduga dianiaya sesama mahasiswa.
Diketahui mahasiswa itu bernama Arnendo yang tengah menempuh pendidikan di jurusan Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Budaya.
Kabar itu disampaikan Kuasa Hukum korban Arnendo, Zainal Abidin Petir melalui akun instagram pribadinya @zainalabidin.
Postingan itu menulai banyak komentar dari warganet. Dalam unggahan itu, nampak video kondisi korban Arnendo di rumah sakit dalam kondisi tubuh lebam mulai dari muka, hingga punggung. Beberapa masih terdapat darah dari luka akibat penganiayaan.
Pada unggahan itu, Zainal menyatakan mahasiswa berusia 20 tahun itu dikeroyok dan dihajar puluhan mahasiswa satu jurusan.
Dugaan penganiayaan itu menurutnya dimulai pukul 23.00-04.15. Ketika adzan subuh baru berhenti.
"Arnendo, 20 th mahasiswa Antropologi Sosial Fak Ilmu Budaya Undip dikeroyok dan dihajar 30 mahasiswa satu jurusan mulai jam 23.00-04.15 baru berhenti setelah ada adzan Subuh," tulisnya dalam postingan tersebut, Rabu (4/3/2026).
Lebih lanjut Zainal menuliskan, mahasiswa itu mengalami penganiayaan cukup berat yaitu dipukuli, disundut rokok, kemaluannya diolesi krim panas pereda nyeri, ditusuk jarum, disabet sabuk, dan leher diikat sabuk seperti anjing sambil diketawain.
Alhasil menyebabkan kondisi mahasiswa itu luka parah. "Sekarang dia cacat patah tulang hidung dan gegar otak," tambahnya.
Imbas dari penganiayaan yang dilakukan 30 orang itu, kliennya tidak kuliah karena trauma.
"Kini dia tdk kuliah kr trauma pelaku blm ditangkap. Kejadian 15 November 2025 dan sudah dilaporkan Polrestabes Smg sejak 16 November 2025," tutupnya. (ifa)
Editor : Baskoro Septiadi