Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kerap Jadi Titik Kemacetan, Dishub Semarang Lakukan Sosialisasi Penataan Parkir di Jalan Gajahmada dan Depok

Adennyar Wicaksono • Minggu, 1 Maret 2026 | 08:05 WIB

SOSIALISASI : Petugas gabungan dari Dishub, Satlantas, Denpom, dan Satpol PP Kota Semarang melakukan sosialisasi parkir di Jalan Gajahmada dan Depok.
SOSIALISASI : Petugas gabungan dari Dishub, Satlantas, Denpom, dan Satpol PP Kota Semarang melakukan sosialisasi parkir di Jalan Gajahmada dan Depok.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dua ruas di Jalan Gajahmada dan Jalan Depok Semarang, kerap menjadi titik kemacetan.

Pasalnya di kedua ruas jalan ini, saat ini menjamur titik nongkrong baru seperti kafe, dan tempat makan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Satlantas Polrestabes, Denpom 5, dan Satpol PP melakukan sosialisasi penataan parkir agar, pengguna jalan tetap nyaman dan iklim investasi juga tetap terjaga, Jumat (27/2) malam.

Titik pertama petugas gabungan melakukan penyisiran di Jalan Gajahmada, tepatnya di sekitar Hotel Sumi, dan menemukan banyak kendaraan yang parkir lebih dari dua lajur.

Akhirnya juru parkir (jukir) setempat dipanggil dan didata, agar bisa melakukan penataan.

Titik kedua adalah Little Pal Cafe yang yang tak jauh dari Simpang Jalan Moch Suyudi. Penataan parkir di kafe ini pun terkesan semrawut, kendaraan roda dua diparkir di pedestarian, lalu ada pula mobil yang diparkir di bagian kanan jalan.

Tak jauh dari lokasi kedua, juga ditemukan sebuah cafe diduga melakukan pelanggaran parkir. 

Titik lainnya di Jalan Depok, ada sebuah cafe baru yang letaknya ada disebelah jalan satu arah, yang sebenarnya merupakan zona larangan parkir. 

Petugas melakunan sosialisasi ke pemilik untuk melakukan penataan, dan pendataan juru parkir, serta meminta mereka untuk mengurus perizinan parkir jika tidak memiliki izin.

"Saat ini kita lebih ke sosialisasi penataan juru parkir dan pemilik. Kita juga temukan parkir dua saf Jalan Gajahmada," kata Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Danang menerangkan, di Jalan Gajahmada maupun Depok saat ini berubah menjadi tempat rujukan baru untuk nongkrong, karena banyak kafe dan tempat makan.

Dari sisi parkir kata dia, ada temuan titik yang belum berizin, sehingga petugas melakukan pendataan dan menghimbau untuk mengurus izin.

"Berdasar dua lokasi ini, memang parkirnya tidak memungkinkan, akhirnya harus dipinggir jalan. Tapi kalau ditata ya tidak bikin macet, ada tadi titik yang belum berizin, jadi kita minta untuk mengurus izin," tuturnya.

Danang tidak memungkiri, kondisi lalu lintas dan iklim investasi saat ini terus berkembang dinamis. Misalnya di Jalan Gajahmada dan Depok, meskipun jam tertentu di Jalan Gajahmada diperbolehkan untuk parkir satu saf pihaknya tetap akan melakukan evaluasi.

Sementara di Jalan Depok, parkir hanya diperbolehkan di sisi kiri, untuk itu dirinya meminta pelaku usaha dan juru parkir untuk mematuhi aturan yang ada, sehingga pengguna jalan lain juga tidak terganggu.

"Kita melakukan sosialisasi ya, kepada juru parkir dan pemilik. Tidak langsung tindakan, tapi ini akan kita pantau, kalau masih melanggar nanti kita tindak dengan Satlantas yakni penilangan,"pungkasnya.

Sementara itu, Jumbadi juru parkir yang ada di Jalan Depok, mengakui jika banyak kendaraan yang ngeyel untuk parkir di ruas zona larangan. Sebagai juru parkir, dirinya mengaku sudah memberikan himbauan untuk mematuhi aturan.

"Di Jalan Depok, parkir hanya boleh disisi kiri. Kalau yang parkir di kanan jalan, saya ingatkan. Tapi kalau ngga mau ya resiko ditanggung sendiri misal ada penindakan," tutur pria yang sudah menjadi juru parkir selama 15 tahun ini.

Menurut dia, sosialisasi yang dilakukan Dishub ini sangat penting dilakukan. Tujuannya agar pelaku usaha dan juru parkir baru bisa mengerti aturan yang ada, termasuk penggunaan sistem parkir elektronik.

"Pembayaran kita menggunakan non tunai, ada satu dua yang masih ngeyel sih, tapi ya mayoritas setelah dikasih tahu tetap taat aturan," pungkasnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #kemacetan #Dishub