Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tanggul Jebol 3 Meter, Sejumlah Perumahan di Tembalang Semarang Terendam Banjir

Muhammad Hariyanto • Senin, 16 Februari 2026 | 15:47 WIB
 
 
Kondisi ketinggian banjir wilayah Kecamatan Tembalang pada Senin (16/2/2026) dinihari
Kondisi ketinggian banjir wilayah Kecamatan Tembalang pada Senin (16/2/2026) dinihari

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tanggul jebol selebar 3 meter menyebabkan wilayah Kecamatan Tembalang Semarang mengalami banjir paling parah Senin (16/2/2026) dini hari.

Sejumlah perumahan di Kelurahan Rowosari dan Meteseh, Kecamatan Tembalang terdampak paling parah.

Banjir ini dampak akibat meluapnya Sungai Babon, setelah hujan deras mengguyur wilayah Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dan Kecamatan Tembalang sejak Minggu (15/2) malam. 

Tingginya intensitas hujan mengakibatkan debit air Sungai Babon meningkat hingga melampaui tanggul perumahan, sekitar pukul 00.30.

Akibatnya, tanggul tak kuat menahan debit air dan mengalami jebol selebar kurang lebih tiga meter di akses masuk perumahan.

Kemudian, air dengan deras mengalir cepat menggenangi permukiman warga, dengan ketinggian berkisar antara 40 sentimeter hingga dua meter.

Wilayah terdampak meliputi Perumahan Grand Permata Tembalang, Griya Rowosari Permai, Argo Residen, kawasan Kedungsari, Perumahan Dinar, serta Kampung Batik di wilayah Rowosari dan Meteseh.

Ratusan kepala keluarga terdampak akibat genangan air yang merendam rumah warga.

Personel kepolisian didukung satu regu Brimob dari Satuan Brimob Srondol, Tim Siaga Bhayangkara Polrestabes Semarang, serta tim gabungan dari BPBD, Basarnas, pemadam kebakaran, dan ambulans Hebat Kota Semarang melakukan evakuasi serta membantu warga yang terjebak banjir.

Ditengah situasi banjir ini, seorang warga bernama Fatma Putri Anwar, 25, warga Perumahan Grand Permata Tembalang dievakuasi menggunakan ambulans karena kondisi kesehatan pascaoperasi penyakit autoimun, dan dipindahkan ke rumah kerabat di wilayah Kalisari, Semarang Selatan. 

"Negara harus hadir di tengah kesulitan masyarakat. Personel SAR Brimob kami siagakan 24 jam untuk merespons cepat laporan warga," ungkap Dansat Brimob Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Noor Hudaya, Senin (16/2/2026) 

"Fokus kami bukan hanya mengevakuasi barang, tapi prioritas utama adalah penyelamatan nyawa, terutama warga yang sedang sakit, lansia, maupun anak-anak yang terjebak banjir seperti di Tembalang ini," bebernya.

Hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa akibat bencana tersebut. Sejumlah warga juga sempat mengungsi sementara di Masjid Nurul Janah dan Masjid Ittikaf Al Barokah.

Sementara, Kapolsek Tembalang Kompol Kristiyastuti Handayani menyampaikan, personel kepolisian bersama tim gabungan langsung membantu warga membersihkan sisa lumpur dan material banjir di rumah-rumah serta fasilitas umum. Air berangsur surut sekitaran pukul 05.00. 

"Personel kami bersama tim gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi dan membantu pembersihan lingkungan pascabanjir," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (16/2/2026). 

Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama unsur terkait masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi banjir susulan serta memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah terdampak.

"Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat pemulihan kondisi di lokasi terdampak," imbuhnya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#Kejadian banjir semarang #Sungai Kalibabon Semarang #Banjir Semarang #Banjir Tembalang Semarang #Tanggul sungai Kalibabon jebol #Ratusan rumah Semarang tergenang banjir