RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tiga orang pengendara motor hanyut di jalan perkampungan Karangmalang, Kecamatan Mijen, Semarang Selasa (11/2/2026) malam.
Dari tiga orang tersebut, satu diantara selamat, satu ditemukan meninggal dan satu orang lainnya belum diketahui nasibnya.
Korbannya, masing-masing mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernama AADI, dan NE, keduanya berboncengan. Mereka merupakan pelajar SMP Negeri 3 di wilayah Boja, Kabupaten Kendal.
Kejadian ini dialami sekitaran pukul 19.00. Peristiwa terjadi saat korban melintas menggunakan sepeda motor di jalan wilayah Karang Malang. Saat itu kondisi hujan deras dan arus air cukup kuat.
"Posisinya di jalan, itu banjir dari sungai yang meluap, arusnya cukup deras. Mungkin dirasa bisa diterjang, tahunya kebawa (terseret banjir)," ungkap Kapolsek Mijen, Kompol Sutowo kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (11/2/2026).
Kapolsek membeberkan, keduanya jatuh bersama motornya hingga terseret masuk ke dalam aliran sungai yang berada di tepi jalan tersebut. Namun, korban AADI berhasil tersematkan.
"Selamatnya disekitaran TKP sungai ada belokan, dia nyangkut pohon bambu dekat ponpes, ditolong disitu dan dievakuasi. Kemudian dibawa ke Puskesmas, sekarang dia (AADI) sudah di rumah," jelasnya.
Namun, korban NE belum diketahui nasibnya. Dimungkinkan korban terseret derasnya aliran sungai yang kondisinya sedang diguyur hujan ditambah derasnya akibat tanggul jebol.
"Korban inisial NE siswi SMP 3 Boja, kelas 8, tempat tinggalnya di Cangkiran. Korban NE ini yang belum ditemukan, masih dalam proses pencarian," bebernya.
Sedangkan korban lainnya adanya pengendara sepeda motor Honda Beat, dikendarai korban bernama FA.
Korban juga terseret genangan banjir saat melintas di lokasi sama, yang menimpa korban pemotor Scoopy.
"Korban ini siswi SMA 12 Negeri Semarang, kelas 10. Juga terseret di lokasi yang sama. Kejadiannya, ini setelah dialami pengendara motor Scoopy," jelasnya.
Kapolsek mengaku, informasi awal yang diterima adalah kejadian yang pengendara motor Scoopy. Namun, setelah itu mendapat informasi ternyata ada korban lain, dialami siswi SMA 12 Semarang tersebut.
"Jadi kejadian pertama itu pengendara motor Honda Beat dulu, satu menit kemudian itu ada kejadian dilokasi sama pengendara motor Scoopy," tegasnya.
Diketahui kejadian ini, setelah adanya informasi anak hilang. Korban diketahui juga sering melintas lokasi tersebut akses keluar masuk menuju tempat tinggalnya.
"Semalam orangtuanya nyari sudah malam ke Polaman ke mbahnya ke teman-temannya gak tau. Terus dicari cctv di Karangmalang antara jam 2 malam. Ternyata benar ada melintas, hanya selang satu menit dari kejadian sebelum pengendara motor Scoopy," katanya.
Diberitakan sebelumnya, wilayah Kota Semarang dilanda bencana, akibat dari dampak hujan deras yang terjadi Selasa (10/2/2026) malam.
Guyuran hujan ini terjadi sejak sore hari hingga malam. Dampak yang terjadi sejumlah wilayah berdampak bencana banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan talud ambrol.
Berikut kejadian dan bencana yang terjadi di wilayah Kota Semarang, mobil masuk jurang lokasi candi golf, Jangli, sekitaran pukul 18.43.
Satu orang korban yang selamat diketahui seorang perempuan. Selanjutnya, korban dirujuk ke rumah sakit terdekat guna mendapat perawatan intensif medis.
Terlihat, seorang pengemudi, sempat terjebak di tengah aliran sungai dengan kondisi arus yang deras. Orang laki-laki tersebut berdiri ditengah pulau kecil yang samping depan dan belakangnya merupakan aliran sungai deras.
Beruntung, pria tersebut terselamatkan oleh seorang kepala keamanan Candi Golf yang mendapat informasi kejadian ini.
Kejadian berikutnya, Pengendara motor roda dua terseret arus sungai lokasi karangmalang Mijen korban 1 orang selamat di bawa ke RS Charlie, 1 korban masih dalam pencarian, sekitaran pukul 18.52.
Kejadian orang awalnya pengendara motor berboncengan melintas di jalan perkampungan yang mengalami banjir.
Tak disangka, ternyata arus air tersebut sangat deras dan mengakibatkan pengendara motor jatuh terseret arus air. Derasnya arus air di jalan tersebut akibat adanya tanggul yang jebol.
Apesnya, korban terseret arus air ke dalam sungai. Satu orang berhasil terselamatkan, dan satu orang lainnya belum diketahui nasibnya. Sekarang, tim SAR gabungan sedang melakukan proses pencarian.
Bencana lainnya, pohon tumbang mengenai pedagang cilok di jembatan rusunawa Unnes, Kecamatan Gunungpati, sekitaran pukul 19.07. Pohon tumbang menutup jalan
lokasi Jalan Kokrosono Raya dekat SMA 14 Semarang.
Kemudian, bencana banjir terjadi di wilayah RT 6 RW 4, Bendan duwur. Air juga sudah memasuki beberapa rumah warga. Terlihat ketinggian air mencapai hampir selutut orang dewasa.
Kemudian, pinggiran air sungai sekitaran lapangan sepak bola wilayah di RT 02 RW 05, wilayah Kelurahan Petompon, air sudah meluap.
Genangan air juga membanjir jalan raya Brigjen Sudiarto, Penggaron menuju Mranggen, dan arah sebaliknya. Kemudian, jalan raya Cangkiran Gunungpati juga banjir.
Lokasi jalan tanjakan menurun ini tergenang air dan arusnya deras. Pengendara motor juga diharapkan berhati-hati. Lokasi ini juga sama diwilayah Polaman.
Banjir juga melanda di kawasan perumahan Dinar Mas, Tembalang. Kondisi air sudah memasuki pemukiman warga.
Tiang listrik dan tiang telepon roboh karena tanah longsor tergerus air sungai di perumahan Griya Sekar Gading, Kalisegoro, Gunungpati, sekitaran pukul 19.13
Tanah longsor menimpa kandang wedus info yg d tkp lokasi Mangunsari, sekitaran pukul 19.44.
Kemudian, Tanah longsor di Sekopek, Kecamatan Gunungpati. Lokasi tersebut akses jalan Sekopek Sebatur, longsor separuh jalan.
Terlihat, material longsoran tanah berada jalan raya bercampur air. Dikhawatirkan lokasi jalan tersebut menjadi licin. Sebab, akses jalan tersebut terlihat banyak pengendara motor yang melintas.
Disisi lain, kondisi aliran air sungai yang melintas di atas jalan jembatan Tugu Suharto, Sampangan juga mengalir deras, debit air juga tergolong meningkat tinggi. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi