Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Kesaksian Penumpang Selamat Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak Semarang

Muhammad Hariyanto • Senin, 22 Desember 2025 | 23:05 WIB
 
Sutiadi, salah satu korban selamat penumpang bus cahaya trans yang kecelakaan di tol Krapyak Semarang
Sutiadi, salah satu korban selamat penumpang bus cahaya trans yang kecelakaan di tol Krapyak Semarang

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kecelakaan maut yang menimpa bus PO Cahaya Trans masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban meninggal maupun korban luka.

Salah satu penumpang bus nahas bernama Sutiadi Sarwono, 67, yang merupakan korban selamat. Pria berusia lebih separuh abad ini mengaku masih terjaga di kegelapan malam sebelum terjadi kecelakaan maut.

"Saya gak tidur. Itu kejadian tol Krapyak, itu kan turunan, kok tidak ada pelambatan seolah olah tidak ada pengereman. Pas ditikungan itu oleng (kecelakaan)," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (22/12/2025).

Akibat kecelakaan ini, Sutadi mengalami luka bagian kepala. Terlihat ada perban menutupi lukanya.

Selain itu, kakinya juga mengalami luka tekena pecahan beling dari kaca bus yang mengalami nahas ini.

"Begitu kejadian saya keluar dari bis, saya gak sempat nolong lainnya, kaki saya luka," jelasnya. 

Kecelakaan maut ini terjadi pada Senin (22/12/2025) sekitar pukul 00.30. Bus Cahaya Trans yang mengalami kecelakaan bernopol B 7201 IV, berangkat dari Jatiasih Jakarta menuju Yogyakarta mengangkut 34 orang penumpang. 

"Saya pulang mau ke Boyolali, dari Bogor, acara keluarga," katanya. 

Akibat kejadian ini, sebanyak 16 orang penumpang meninggal, salah satu diantaranya merupakan balita.

Korban meninggal dievakuasi dan dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk dilakukan penanganan dan  proses pemakaman tempat asal. 

Kemudian ada satu korban meninggal yang tidak terselamatkan saat perjalanan menuju RSUD Tugu Kota Semarang. 

Pihak kerabat dari keluarga korban juga da yang telah mendatangi RSUP dr Kariadi Semarang. Salah satunya bernama Bambang.

Pria ini juga mendatangi posko keluarga korban di depan kamar jenasah RSUP dr Kariadi. 

Terlihat juga ada peti jenazah mulai dimasukkan ke ambulans Pemprov Jateng yang akan memulangkan jenazah ke rumah duka. Beberapa perwakilan keluarga ikut masuk dalam ambulans.

"Ini keluarga yang jadi korban ada lima, empat meninggal, satu selamat di RS Tugu," kata Bambang.

Bambang juga mengatakan, ambulans yang membawa jenazah keluarganya itu akan menuju Kabupaten Boyolali. Mereka dalam perjalanan dari acara keluarga menengok sang cucu.

"Korban ini orang tua semua, yang ditinggalkan anak-anaknya. Habis dari nengok cucu di Jakarta, kemudian mau pulang ke Boyolali," bebernya.

Bambang mengaku tingga di Semarang. Menurutnya, awal mendapat kabar inipun sempat terkejut dan kemudian langsung mendatangi RSUP Dr Kariadi.

"Ini aslinya keluarga Boyolali semua, yang satu di Klaten, dua di Boyolali, dua lagi di Banyudono. Mereka naik bus relasi Jakarta-Jogja," imbuhnya.

Sementara, para korban luka-luka mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit rujukan, yakni RSUD Tugu, RS Columbia, dan RS Elisabeth Semarang.

Kejadian ini juga menyita perhatian, Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo juga mendatangi lokasi posko di RSUP dr Kariadi Semarang, Senin (22/12/2025).

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo memastikan seluruh korban meninggal dan luka-luka akibat kecelakaan di Simpang Susun Krapyak mendapatkan penanganan dan pelayanan secara tepat dan mengedepankan empati.

"Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban dalam peristiwa kecelakaan tersebut, peristiwa ini menjadi keprihatinan bersama," ungkapnya.

Biddokkes Polda Jateng juga bergerak cepat dengan menurunkan tim medis, tim evakuasi, serta Tim Disaster Victim Identification (DVI).

Tim DVI juga mendirikan posko pelayanan bagi keluarga korban meninggal dunia di RSUD dr Kariadi sebagai pusat informasi dan pendampingan selama proses identifikasi berlangsung.

"Saat ini Tim DVI sedang melakukan proses identifikasi secara menyeluruh melalui metode post mortem dan ante mortem secara cermat dan profesional. Hal ini untuk memastikan ketepatan identitas sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga," katanya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#Bis cahaya trans kecelakaan #Kesaksian penumpang korban selamat bis cahaya trans #Kecelakaan bus di Semarang #Kecelakaan bus cahaya trans di tol Semarang #Kecelakaan di tol Semarang