Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pengakuan AKBP Basuki Terkait Kematian Dosen Untag Semarang Dianggap Janggal

Muhammad Hariyanto • Kamis, 4 Desember 2025 | 03:24 WIB

 

Tampang AKBP Basuki mengenakan rompi hijau saat didalam lift usai keluar ruangan sidang KKEP
Tampang AKBP Basuki mengenakan rompi hijau saat didalam lift usai keluar ruangan sidang KKEP

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Penyebab kematian dosen Untag Semarang Dwinanda Linchia Levi masih misterius.

Hasil autopsi yang kelua dari pihak rumah sakit juga belum disampaikan secara detail oleh kepolisian.

Kematian ini juga menyeret perwira menengah anggota Polda Jateng, AKBP Basuki yang diduga memiliki hubungan asmara dengan korban.

Bahkan, AKBP Basuki juga telah menjalani sidang KKEP, di Mapolda Jateng, Rabu (3/12/2025).

Meski telah ada hasil putusan sidang pemecatan termasuk pengakuan AKBP Basuki, namun pihak kuasa hukum keluarga korban masih menaruh kejanggalan terhadap penyebab kematian Dwinanda Linchia Levi.

Kejanggalan ini, didasari dari pengakuan AKBP Basuki saat menjawab pertanyaan ketua majelis hakim sidang selama berlangsungnya sidang KKEP tersebut.

Pertanyaan tersebut, termasuk seputaran keberadaan AKBP B di dalam kamar korban sebelum meninggal.

Zaenal Petir mengatakan juga adanya fakta baru sebelum korban meninggal. Pihaknya menyebut, AKBP Basuki sempat melihat Dwinanda dalam keadaan bernafas yang tersengal-senggal.

"Jam 12 malam menurut pengakuannya itu melihat Doktor Levi (korban) istilahnya sudah cengap-cengap, tersengal-sengal nafasnya," bebernya usai keluar ruangan sidang KKEP kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (3/12/2025).

Namun hal tersebut, AKBP tidak melakukan upaya untuk pertolongan terhadap korban. Padahal, AKBP berada sekamar dengan korban saat melihat kondisi Dwinanda Linchia Levi sebelum meninggal.

"Kemudian menurut pengakuan AKBP itu dia karena terlalu kecapean tertidur, karena 2 hari sudah ngurusin karena sakit (korban). Nah, ketika bangun jam 4 kok sudah meninggal. Jam 4," jelasnnya.

Alasan korban ditemukan meninggal dengan kondisi tergelatak dilantai dan tubuhnya telanjang, Zaenal menyampaikan dari keterangan yang bersangkutan di dalam persidangan tidak mengetahui awal kejadian tersebut.

"Alasannya dia juga tidak enggak tahu. Karena ketika mau tidur itu masih pakai pakaian, pakai kaos dan pakai training," katanya.

"Loh kenapa kok bajunya dilepas?. Makanya saya ada keanehan ketika Komisi Kode Etik tanya kenapa waktu itu kok tidak berpakaian? Itu enggak jawab. tapi terus tersengal-sengal akhirnya dia tertidur katanya gitu," bebernya.

Lanjutnya mengatakan, AKBP Basuki juga ditanya terkait alasan tidak memanggil dokter atau ambulan Bhayangkara ketika melihat korban dalam kondisi nafasnya tersengal-sengal.

Sebab, yang bersangkutan juga merupakan seorang perwira di kepolisian Polda Jateng.

"Katanya kalut, connect, saya panik, kecapekan karena dua hari enggak tidur ngurusi si korban," jelasnya.

Menanggapi adanya dugaan perselingkuhan, pihaknya juga menjelaskan dalam persidangan tersebut.

Zaenal mengatakan, majelis sidang juga menanyakan alasan menginap ditempat kamar hotel korban.

"Katanya insidentil, insidentil tidur di situ ketika mau pulang kadang-kadang. Kadang enggak boleh pulang katanya karena hotelnya sepi. Minta ditungguin ketika mau pulang ditarik suruh tidur di situ," jelasnya.

Meski demikian, Zaenal Petir mengaku masih memiliki kejanggalan dengan kematian korban. Namun, hal ini pihaknya memasrahkan kepada pihak penyidik Ditreskrimum Polda Jateng.

"Dengan adanya pertanyaan-pertanyaan dalam persidangan bisa menambah untuk mendalami penyidikan oleh penyidik," pungkasnya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#Kasus AKBP Basuki Polda Jateng #AKBP Basuki dipecat #Kasus kematian dosen Untag Semarang #AKBP B #Dwinanda Linchia Levi dosen Untag Semarang #Asmara AKBP B dan dosen Untag Semarang #Temuan mayat di Semarang #Sidang etik AKBP Basuki #Dosen Untag ditemukan meninggal di hotel