RADARSEMARANG.ID - PT Bitratex Industries di Jalan Brigjend Sudiarto, Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan turut tutup pasca PT Sritex sebagai induk perusahaan dinyatakan pailit. Saat ini, pabrik dan asrama di Kawasan tersebut tutup.
Di depan gerbang ada terpampang tulisan 'Aset pabrik beserta benda-benda yang ada di dalamnya merupakan Harta Pailit dalam pengawasan Tim Kurator PT Sri Rejeki Isman TBK, PT Primayudha Mandirijaya, PT Sinar Pantja Djaya, dan PT Bitratex Industries (dalam pailit) berdasarkan putusan pengadilan niaga pada Pengadilan Negeri Semarang Nomor 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN.Niaga Smg tanggal 21 Oktober 2024.
Dilarang melakukan aktivitas apapun di dalam pabrik ini tanpa seizin tim kurator.
Barang siapa yang merusak dan memasuki pabrik ini tanpa izin diancam dengan hukuman penjara berdasarkan pasal 167 Jo 385 Jo 389 Jo 551 KUHP'
Sementara itu, di areal depan pabrik, terlihat satu orang pedagang nasi dan sayur. Tampak sedang sibuk dengan dagangannya.
"Pabriknya sudah tutup, hanya 33 karyawan yang menjaga mesin, padahal dulunya lancar," ujar pedagang nasi, Sumiati.
Diceritakan, dulunya saat produksi menjadi tiga sift, banyak orang berjualan seperti pasar tiban di depan pabrik.
"Dulu banyak sekali, ada 10 pedagang, ada pedagang nasi, baju, dan sayuran, sekarang hanya saya untuk sarapan. Dulu saya berjualan pukul 05.00 - 07.00, sekarang sampai pukul 09.00, karena sepi" jelasnya.
Tak jauh dari pabrik, terdapat asrama untuk living kost para karyawan yang sudah tutup. Beberapa kost-kostan di sekitar juga terlihat sepi.
"Dulu ramai. Kost-kostan juga penuh karyawan pabrik. Sekarang kost-kostan hanya dihuni oleh pekerja pabrik lain, dan asramanya pun sudah kosong, kan sudah pada pulang ke daerahnya masing-masing," ujar Yono, tukang jok motor tak jauh dari Pabrik PT Bitratex Industries. (fgr/fth)
Editor : Baskoro Septiadi