RADARSEMARANG.ID, Semarang - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), melakukan tinjauan perayaan natal di GPIB Immnuel atau Gereja Blenduk dan GKI Peterongan, untuk memastikan Misa di malam Natal, Selasa (24/12) Malam berjalan lancar.
Uniknya, dalam kesempatan tersebut digunakan Mbak Ita sapaannya untuk pamitan, karena per 10 Februari mendatang dirinya sudah tidak menjabat lagi sebagai Wali Kota Semarang, dan akan digantikan Agustina Wilujeng – Iswar Aminuddin sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih di Pilwakot Semarang.
“Saya mohon pamit karena Februari 2025 akan ada pelantikan pimpinan baru yaitu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang terpilih. Mohon maaf apabila ada salah-salah dalam komunikasi," ucap Mbak Ita saat menyapa jemaat.
Adapun pelaksanaan Misa di Gereja Blenduk, terpaksa dipindah ke Boursuny lantaran Gereja peninggalan jaman Kolonial Belanda itu belum selesai direvitalisasi.
Selain itu Mbak Ita bersama rombongan juga melakukan pantauan ke posko Nataru di Kota Lama dan Simpang Lima.
“Untuk posko pengamanan di tempatkan di Gedung Jiwa Sraya, karena gedung ni tidak dimanfaatkan,” katanya disela tinjauan.
Dia menjelaskan jika saat ini kondisi Semarang sudah mulai ramai, dengan adanya support dari TNI Polri diharapkan ibadah umat kritiani dan libur panjang Nataru ini bisa berjalan lancar dan aman.
Apalagi ada beberapa organisasi keagamaan yang juga ikut dalam pengamanan, misalnya Banser dan lainnya.
“Harapannya bisa berjalan lancar, suka cita dan nyaman. Ada support juga dari banser, ini adalah wujud dari keragaman di Kota Semarang,” ujarnya.
Disinggung terkait pamitannya didepan jamaah Gereja Blenduk, Mbak Ita mengaku jika tahun ini adalah tinjuan natal terakhirnya.
Mbak Ita sendiri, juga mengawal proses revitalisasi Gereja Blenduk yang dibantu oleh Kementerian PUPR.
“Ya ini Natal sehari saya, tahun depan kan sudah nggak lagi jadi Wali Kota. Harapannya bisa tetap bersilaturahmi,” tambahnya.
Mbak Ita menjelaskan sebagai orang Jawa, dirinya memang sejanga pamit. Apalagi ketika dulu datang, dia juga kulonowun. Menurutnya, jamaah di Gereja Blenduk merupakan jemaat yang kerap berkomunikasi dengannya.
“Jemaah Gereja GPIB, kami selalu sowani, kunjungi. Tiap minggu sering ketemu. Saat proses status cagar budaya nasional, revitalisasi, kami support. Ini nyicil pamitan, saya datang kulonuwun tentunya kalau meninggalkan harus pamitan,” bebernya.
Dia berpesan kepada jemaat Gereja Blenduk Semarang untuk tetap menjaga kebhinekaan. Apalagi, Kota Lama bagian dari Semarang lama. Ini merupakan akulturasi budaya.
“Ini kami proses lagi, tentatif list UNESCO, Semarang jadi World Heritage City. Kami tetap bersama menjaga hubungan, tetap silaturahmi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan jika ada 26 pos pengamanan yang disebar diberbagai titik untuk menjaga perayaan Natal dan Tahun Baru.
Selain itu, ada pos terpadu di Simpang Lima dan di Gerbang Tol Kalikangkung.
“Tol kalikangkung itu sekaligus juga sebagai pos terpadu yang mengintegrasikan pos pengamanan di sepanjang jalan tol dari ujung Jawa Tengah dari barat ke timur. Sedangkan di pos PAM di Simpang Lima itu pos terpadu mengintegrasikan pos pengamanan yang ada di kota Semarang,” jelasnya. (den/bas)
Editor : Baskoro Septiadi