RADARSEMARANG.ID, Semarang - Bunga tabebuya di beberapa jalan protokol yang ada di Kota Semarang mulai bermekaran.
Salah satunya di Jalan Madukoro dan Jalan Pemuda Semarang, aneka bunga berwarna putih, ungu, kuning dan merah muda ini nampak merekah membuat suasana di Ibu Kota Jateng layakya di Jepang.
Tak sedikit pengguna jalan berhenti melihat kecantikan bunga yang kebetulan berguguran di sepanjang jalan.
Mereka ada yang berswafoto, menikmati momen langka mekarnya bunga di musim kemarau.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Yudi Wibowo mengatakan, Pemkot telah menanam pohon tabebuya mulai 2018 secara bertahap di beberapa ruas jalan.
Jumlahnya lebih dari 700 pohon tabebuya yang surah ditanam. Kini, pohon tersebut sudah empat hingga lima kali berbunga.
“Jumlah 700 ini ditanam bertahap, ada yang baru ditanam tahun ini. Kami tanam pohon tabebuya tinggi sekitsr empat hingga lima meter dengan diameter 10 - 20 sentimeter. Ini sudah empat sampai lima kali berbunga sejak penanaman,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (21/8).
Tebebuya sengaja dipilih lantaran menghasilkan bunga yang cantik.
Kekurangannya, kerindangannya kurang sehingga Yudi mengkompilasi penanaman dengan pohon pule.
Pohon pule lebih rindang dan teduh namun tidak berbunga.
“Sekarang di bebrapa ruas jalan, kami pakainya tabebuya dan pule. Tabebuya diantaranya di BKB, Jalan Basudewo, Ahmad Yani, MT Haryono, Pemuda,” sebutnya.
Dari segi perawatan, kata dia, pohon tersebut tidak begitu rumit. Pasokan air harus dijaga saat musim kemarau.
Namun jika sudah tumbuh besar, pohon tabebuya akan hidup dengan mudah.
“Bunganya cantik. Itu alasan utama kami tanam. Ngetren, sekarang banyak kabupaten kota tanam tabebuya,” tambahnya.
Yudi menambahkan, Disperkim brencana memperbanyak pohon tabebuya untuk mempercantik Kota Semarang.
Selain itu, juga akan ditambah pohon lain yang rindang. Pihaknya mengaku akan melakukan tambal sulam penanaman tabebuya di Jalan Pemuda, Gajahmada, dan penanaman di Sriwijaya.
“Kami punya stok banyak untuk tambal sulam dan penambahan ruas jalan tertentu di wilayah kota. Sriwijaya kami intervensi dari Pahlawan sampai TBRS,” paparnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Semarang, Suharsono mengatakan, sejak awal dewan telah bekomitmen dan meminta dinas terkait untuk mempercantik estetika Kota Semarang dengan menambah ruang terbuka hijau (RTH) serta memperbanyak penanaman pohon.
“Selain menjaga lingkungan juga menambah estetika kota, pohon-pohon yang sekarang ada, saya kira sudah cukup menjaga estetika kota,” jelasnya.
Kondisi pemanasan global, lanjut Suharsono, menuntut pemerintah untuk memperbanyak RTH dan penanaman pohon.
“Cakupannya jangan hanya tengah kota saja, tapi juga menyasar jalan-jalan pinggir kota,” pungkasnya. (den/bas)
Editor : Baskoro Septiadi