RADARSEMARANG.ID, SEMARANG—Seorang pemuda ditusuk senjata takam oleh dua begal jalanan di wilayah Kecamatan Gayamsari, Semarang, Kamis (11/4) sekitar pukul 21.00.
Korban diketahui bernama Muhammad Abid Syakir, 29, warga Dukuh Karang Malang, Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak.
Akibat lukanya, korban dilarikan warga ke RS KRMT Wongso Negoro (RSWN) Semarang guna mendapatkan perawatan medis.
"Korban mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri lima senti akibat senjata tajam. Tadi malam langsung dibawa ke RSWN. Diduga korban pembegalan," ungkap Kapolsek Gayamsari Kompol Hengky Prasetyo kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (12/4).
Baca Juga: Kronologi Kematian Taruna Politeknik Pelayaran Surabaya, Tumbang setelah Ulu Hati Dipukul
Peristiwa itu terjadi di Karangingas, belakang Politeknik PUPR Gayamsari, Kota Semarang.
Saksi dalam kejadian itu adalah, Fiqih, 27, warga Selomulyo Mukti, Pedurungan, Semarang dan Wahyu Kusumo, 38, sekuriti Politeknik PUPR warga Darat Mulyo, Dadapsari, Semarang Utara.
Namun, keduanya tidak mengetahui secara persis kejadian tersebut.
"Saksi awalnya mendengar suara gaduh, keributan. Karena penasaran, kemudian saksi menuju ke jalan, mengecek, dan melihat melihat korban sedang jatuh dari motornya kemudian bangun lagi," bebernya.
Keributan tersebut diduga pengendara motor ini menjadi korban pembegalan.
Korban berhasil menyelamatkan diri mengendari motornya menuju kantor sekuriti Politeknik PUPR. Namun terdapat luka di bagian dada.
Selain itu, barang berharga milik korban berupa handphone merek Redmi 10T warna hitam dibawa kabur pelaku.
"Korban menyampaikan, terasa sakit di bagian dada. Sedangkan pelakunya berhasil melarikan diri. Pelaku dua orang, berhasil membawa kabur handphone milik korban," jelasnya.
Selanjutnya, kejadian itu dilaporkan ke Polsek Gayamsari. Korban juga mendapatkan perawatan medis sementara di lokasi kejadian oleh perawat Ambulan Hebat.
Sekarang ini, kejadian ini masih dilakukan penyelidikan anggota Reskrim Polsek Gayamsari dan Polrestabes Semarang.
"Pelakunya masih dalam penyelidikan. Kita masih mencari rekaman CCTV. Di situ memang lokasinya sepi, dekat terowongan Muktiharjo perbatasan Pedurungan dengan Gayamsari," bebernya. (mha/aro)
Editor : Tasropi