RADARSEMARANG.ID, Semarang - Harga beras di Kota Semarang Senin (26/2/2024) naik cukup signifikan.
Puluhan pedagang yang resah akibat kenaikan harga beras. Salah satunya pedagang di Pasar Dargo, Semarang Timur.
Salah satu pedagang beras di Toko Budi, Edi, menjelaskan kenaikan harga beras sejak Oktober tahun 2023.
Apalagi ditambah bencana banjir di daerah Demak - Purwodadi.
Karena di daerah tersebut hampir panen. Semua sudah menunggu jika panen, maka harga bisa sedikit turun.
"Tapi ada musibah banjir, apalagi dampaknya ke sawah juga, Maka, harganya meningkat tajam," katanya.
Harga beras mengalami kenaikan hingga Rp 4 ribu per kilogramnya untuk semua jenis beras.
Saat ini harga beras premium tembus Rp 20 ribu per kg, sedangkan beras termurah Rp 16 ribu. Padahal sebelumnya ia menjual Rp 12,5 - Rp 16 ribu.
"Kami menyuplai beras delanggu dari Klaten, menyasar menengah ke atas," ujarnya.
Akibatnya, pembeli beras agak menurun. Berbeda dengan sebelumnya, kata dia, jika harga beras akan mengalami kenaikan.
Para ibu akan berbondong-bondong membeli beras dan menyetok.
"Tapi, sekarang mungkin karena perputaran ekonomi kurang bagus, ya berkurang," ujarnya.
Ia menambahkan, produksi beras secara modern bisa awet selama enam bulan.
Sedangkan produksi beras secara tradisional hingga kering hanya sampai tiga bulan.
"Ini juga menjadi penyebab para pedang menyetok, kan bisa tahan hingga enam bulan," ujarnya.
Tidak hanya beras, Edi juga mengeluhkan harga beras ketan yang meroket.
Ketan yang dijual dari daerah Cirebon dan daerah Jawa Barat karena kualitasnya baik jika dibuat hidangan hajatan.
"Dulunya Rp 14 ribu, sekarang Rp 22 ribu," keluhnya.
Sementara itu, pedagang lain, Supono masih menjemur beras. Karena ada kebocoran di atap lapaknya. Beras yang dijual dari daerah Jawa Timur.
"Harganya sampai Rp 400 ribu per karung, paling murah ini Rp 360 ribu," ujarnya.
Kenaikan harga beras terus melonjak, karena biaya produksi mahal dan panen tidak maksimal. "Apalagi banyak bencana, hasilnya tidak maksimal, biasanya 5 ton, ini hanya 3 ton saja," tandasnya.
Seorang pembeli, Sri Sabar, mengaku kenaikan harga beras membuat ia harus mengurangi konsumsi beras.
Dari harga Rp 325 ribu per karung atau 25 kilogram, sekarang harganya Rp 365 ribu.
"Ya masaknya dikurangi mas, karena harganya naik," ujarnya. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi