RADARSEMARANG.ID, Semarang - Hujan deras disertai angin kencang di Kota Semarang, Jumat (29/12/2023) malam mengakibatkan beberapa dampak.
Hujan deras terjadi pada pukul 20.30 hingga 22.30. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di Sobokarti, terlihat saat hujan deras terjadi beberapa pengendara sepeda motor mogok akibat genangan yang mencapai 25 sentimeter, sehingga mendorong beberapa meter. Terlihat air mulai naik di sekitar Sobokarti.
Hingga Sabtu (30/12/2023) apgi di Jalan MT Haryono mendekati museum Kota Lama Bubakan jugabmasih digenangi air sisa hujan semalam.
"Hujannya awet, airnya naik. Ini bisa banjir, tapi tidak lama," kata seorang warga Kebun Agung, Sentot.
Baca Juga: Hujan Deras Semalam Bikin Jalan Kaligawe Semarang Terendam Banjir, Puluhan Sepeda Motor Mogok
Sementara itu, berdasarkan informasi dihimpun oleh Jawa Pos Radar Semarang, beberapa jalan protokol di Kota Semarang terdapat genangan.
Seperti genangan Jalan Majapahit yang mencapai 20 sentimeter. Genangan di Jalan Dr Cipto sekitar depan RS Pantiwilasa mencapai 25 sentimeter.
Di Jalan MT Haryono arah Bubakan genangan mencapai 40 sentimeter. Genangan dkBundaran Bubakan sekitar 20 sentimeter.
Jalan Anjasmoro Raya Gapura Karangayu sampai perlintasan Kereta Api sekitar 15 sentimeter. Di depan PIP Semarang, genangan sekitar 10 sentimeter.
Di area bundaran simpang lima dan Tugu Muda terdapat genangan sekitar 10 sentimeter. Bundaran Pierre Tandean depan Paragon, genangan sekitar 15 - 20 sentimeter. Jalan Gajahmada tinggi genangan 20 - 30 sentimeter.
Jalan Depok tinggi genangan 20 - 25 sentimeter. Jalan Kranggan tinggi genangan 20 - 25 sentimeter. Kampung Bokoran tinggi genangan 10 - 15 sentimeter.
Selain itu, beberapa pohon tumbang juga terjadi. Seperti di Trangkil, Dr Cipto, dan Jalan Kesehatan Kelurahan Kuningan sudah tertangani oleh Disperkim.
Pohon tumbang juga menimpa mobil di Jalan Mataram depan Bank Mayapada. Pun pohon tumbang menimpa rumah Budi, warga RT 5 RW 3, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono, menjelaskan pihaknya masib berupaya penanganan dengan berkoordinasi dengan instansi terkait, komunitas relawan dan masyarakat. Kemudian melakukan assessment di lokasi.
"Kondisi terkini masih ada beberapa genangan, dan beberapa lokasi sudah mulai surut," ujarnya. (fgr/bas)