RADARSEMARANG.ID, Semarang - Hujan intensitas sedang yang mengguyur kawasan Kecamatan Mijen Kota Semarang berdampak terjadinya genangan air yang kembali terjadi di Perumahan Jatisari Asri BSB, Senin (25/12) lalu.
Air menggenangi wilayah RW 6 Perumahan Jatisari Asri BSB Mijen dengan dua lokasi terparah ada di RT 4 dan RT 5.
Padahal, satu dari dua selokan besar, merupakan saluran (drainase) baru yang dibuat oleh Dinas Pekerja Umum (DPU) Kota Semarang pada September 2023 lalu.
Sayangnya air hujan tidak mampu mengalirkan air ke saluran pembuangan menuju Kali Blorong.
“Nanti akan kita lakukan evaluasi lagi, agar air bisa langsung masuk ke saluran utama,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Suwarto Kamis (28/12).
Menurut dia, dari pengembang perumahan sebelumnya tidak ada pembangunan drainase yang mencukupi.
DPU berupaya untuk membuat saluran yang lebih mumpuni. Namun karena keterbatasan anggaran, pembangunan kurang beberapa titik sehingga menyebabkan genangan.
“Kita sudah upayakan pembuatan saluran yang mumpuni, di sana letaknya miring dan bertumpu ke ujung, sudah ada sodetan, tapi memang kurang beberapa titik,” bebernya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengaku sudah menegur DPU terkait genangan yang ada di Jatisari.
Mbak Ita, sapaannya, meminta agar pembangunan bisa dilakukan secara utuh, tidak setengah-setengah.
“Kemarin saya tegur, kalau setengah-setengah nggak usah, kalau memang butuh anggaran yang besar ya harus dianggarkan,”tegasnya.
Dia meminta agar pembangunan infastruktur di kota Semarang dilakukan dengan perencanaan yang baik agar tidak merugikan masyarakat.
“Memang pembangunannya belum selesai, sebelumnya saya minta perencanaan harus dilakukan sebaik mungkin,” jelasnya.
Sementara itu, Winarso, warga RW 6 RT 5 Perumahan Jatisari mengeluhkan kejadian yang terjadi usai selesainya proyek pembangunan drainase bukan kali yang pertama.
Melainkan keempat kalinya. Genangan, kata dia, juga dengan ketinggian ukuran di atas lutut kaki orang dewasa.
“Air dari gang-gang kecil tidak bisa masuk ke saluran drainase baru, karena debet nya sangat kuat, sehingga kambali lagi dan menggenang, harapan kami bisa dilakukan pembangunan lanjutan agar warga tidak waswas,” pintanya. (den/ton)
Editor : Baskoro Septiadi