Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Waspada Lur! Banjir Rob Mulai Intai Wilayah Pantura, Begini Penjelasan BMKG

Muhammad Hariyanto • Jumat, 1 Desember 2023 | 17:05 WIB

 

Banjir Rob.
Banjir Rob.

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada awal Desember 2023 ini akan terjadi fenomena rob. Ketinggian air rob ini diperkirakan mencapai sampai satu Meter. 

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang Taruna Mona Rachman menyampaikan, diprediksi di awal musim penghujan ada peningkatan ketinggian air pasang laut. Namun, tidak sebesar banjir rob yang terjadi pada Mei 2022. 

"Jadi untuk bulan Desember (2023) kita perkirakan di awal bulan sekitar tanggal 2 sampai 5 Desember, kita perkiraan ada potensi banjir rob, dan pada pertengahan bulan (Desember) tanggal 18 hingga tanggal 21, kita perkirakan adanya banjir pesisir di beberapa wilayah di pantai utara, khususnya semarang," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (30/11). 

"Karena berdasarkan prediksi yang kami terima, tinggi pasang 1,1 meter. Pada saat puncak pasang yang bersamaan dengan hujan intensitas lebat maka dapat meningkatkan ketinggian pasang itu sendiri," sambungnya. 

Terkait wilayah yang berdampak rob, Mona menyampaikan, ada beberapa wilayah di Kota Semarang yang berdampak.

Yakni di wilayah Kecamatan Genuk dan wilayah pantura Mangkang. Tidak menutup kemungkinan, wilayah Sayung Kabupaten Demak juga berdampak. 

"Genuk, Kaligawe dan Mangkang, termasuk Sayung. Kita prediksi seperti itu. Ketinggian pasang di pesisir pinggir pantai sekitar 50 sampai 60 sentimeter. Kalau , sampai di daratan bisa lebih rendah, sampai 20 sampai 30 sentimeter. Tapi kalau dibarengi hujan lebat bisa meningkatkan ketinggian daripada muka air itu sendiri," jelasnya. 

Apakah sampai ke jalan raya, Mona mengatakan belum bisa mengetahui hal itu. Pihaknya mengatakan, masih melihat kondisi atmosfir dan melakukan pantauan setiap hari, apakah terjadi hujan lebat atau tidak. 

"Kalau terjadi hujan lebat, kemungkinan bisa sampai ke jalan. Fenomena rob ini terjadi karena sudah masuk bulan mati, yang artinya pasang sudah naik, karena gravitasi bumi dan bulan. Sehingga ada peningkatan tinggi pasang," jelasnya. 

Sementara, Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi mengatakan banjir rob ekstrem akan memicu genangan banjir di kawasan jalan Kaligawe yang membuat arus lalu-lintas tersendat.

Kondisi ini masih diperparah dengan masih adanya proses peninggian jalan yang belum rampung. Sehingga akan memicu terjadinya kemacetan di jalur pantura Semarang-Demak.

"Ini kami dapat data dari BMKG akan ada rob tinggi bisa sampai satu meter, dari tanggal 1 sampai 10 Desember. Kalau nanti masih ditambah hujan, pasti akan muncul genangan banjir di jalan Kaligawe, arus tersendat, masih ditambah ada peninggian jalan di Genuk yang belum kelar sehingga dipastikan akan jadi kemacetan Semarang-Demak" katanya. 

 Baca Juga: Hujan Deras Semalam Bikin Jalan Kaligawe Semarang Terendam Banjir, Puluhan Sepeda Motor Mogok

Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang membuat banjir di beberapa titik, salah satunya di Jalan Kaligawe yang menjadi jalur kendaraan muatan berat dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Genangan banjir inipun menambah ketersendatan di wilayah Genuk yang menuju Demak yang disebabkan proyek peninggian jalan.

"Sebagai langkah antisipasi, silakan lewat jalur alternatif saja, lewat Mranggen dan Onggorawe, itu lebih baik untuk menghindari macet," imbuhnya. (mha/ton) 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#desember #air pasang #BMKG #ROB