Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Masih Ada 30 Titik Api di TPA Jatibarang Semarang, Terjunkan Helikopter Water Bombing

Ida Fadilah • Minggu, 24 September 2023 | 18:17 WIB
Upaya pemadaman titik api di TPA Jatibarang terus dilakukan. Bahkan menerjunkan helikopter water bombing untuk titik yang sulit dijangkau.
Upaya pemadaman titik api di TPA Jatibarang terus dilakukan. Bahkan menerjunkan helikopter water bombing untuk titik yang sulit dijangkau.

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPA) Jatibarang belum juga tuntas. Pemkot Semarang terus berupaya melakukan pemadaman.

Kemarin (23/9), helikopter water bombing diterjunkan untuk menyiram titik-titik api yang sulit dijangkau. Hasil pantauan drone masih ada 30 titik api.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, proses pengambilan air dilakukan di Waduk Jatibarang dan Embung Manyaran. Bantuan penyiraman ini atas pengajuan dari Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Jateng Kolonel Heri Setyono lantas meninjau lokasi untuk menentukan operasional heli.

Prosesnya melakukan pengupasan dengan air dan mempelajari kedalaman titik api, sehingga bisa menentukan seberapa lama helikopter beroperasi. 

"Melihat situasi dan kondisi yang ada bisa memetakan strategi atau manuver dalam pelaksanaan ini. Dimungkinkan penyiraman bisa sampai tiga hari," ujarnya, Sabtu (23/9). 

Sehari maksimal 50 putaran. Penyiraman ini dilakukan selama tiga jam per hari. Dimulai sejak 13.30.

Ia menyebut, sebelumnya pengaplikasian water bombing dilakukan di TPA Solo yang juga terbakar.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau langsung pemadaman. Mbak Ita, sapaan akrabnya menjelaskan, Pemkot Semarang masih memerlukan water bombing untuk membantu pemadaman bara di TPA Jatibarang.

"Saya bilang masih butuh bantuan karena sifat sampah yang pasif ini seperti gambut, atasnya ini sudah padam, tetapi bawahnya masih ada bara-bara api," katanya.

Mbak Ita membeberkan masih ada 30 titik yang menimbulkan asap. Pihaknya berharap dengan adanya water bombing, dapat menghilangkan bara di permukaan maupun di dalam timbunan sampah.

Menurutnya, meski api sudah padam, namun masih menimbulkan bara api, terutama di wilayah lembah atau pereng-pereng.

"Kami sudah lakukan pemantauan lewat drone. Masih sekitar 30 titik. Tadi di pinggir pereng-pereng ditambah di tengah-tengah timbul dua titik bara api lagi, sehingga kita memerlukan water bombing," tandasnya.

Saat ini, lanjutnya, sudah tidak ada api, namun bara telah menjalar. Pihaknya juga telah membuat SK tanggap darurat, sampai hari ini masih berlaku.

“Kami menyatakan pemkot masih memerlukan, biar ayem. Dengan adanya water bombing dalam waktu tiga jam ini diharapkan sudah bisa mengurangi bara api," harapnya.

Pemkot juga telah membangun posko di Waduk Jatibarang. Termasuk meminta bantuan untuk mendeteksi arah mata angin, karena helikopter mondar mandir menyiram air dari Waduk Jatibarang maupun Embung Manyaran.

Proses pemadaman dari helikopter ini sempat terkendala adanya kebakaran di gudang tiner di kawasan Industri Candi Kecamatan Ngaliyan. (ifa/zal) 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#titik api #TPA Jatibarang #water bombing #KEBAKARAN