RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ratusan warga Desa Wisata Kandri kembali menggelar Festival Obang-Abing. Sekitar 35 Obang-Abing di arak dari Omah Sawah menuju Omah Pintar Petani.
Festival tersebut sebagai upaya melestarikan tradisi dan sarat makna bahwa petani mampu mengusir hama tanpa menggunakan bahan kimia.
Obang-Abing dibuat dari kain dengan beragam bentuk dan rupa serta ukuran. Tradisi itu juga bentuk rasa syukur dan pengharapan warga agar panen melimpah.
Sepanjang perjalanan arak-arakan mendapat sambutan antusias masyarakat. Dengan memakai baju adat dan petani para peserta membawa Obang-Abing yang menjadi alat pengusir hama wereng tanaman petani. Setelah diarak Obang-Abing dipasang di area persawahan.
Ketua Penyelenggara Masduki mengungkapkan, festival merupakan tradisi warga Kandri untuk kembali ke alam. Sebagai mata pencaharian warga yang mayoritas petani, Obang-Abing punya fungsi vital bagi tanaman-tanaman di sawah.
“Tidak perlu memakai bahan kimia. Ternyata dengan Obang-Abing pun bisa,” ujarnya.
Ia menganalogikan, jika hama diberantas menggunakan pestisida justru akan kedatangan kembali dengan jumlah yang banyak.
Layaknya manusia ketika meninggal mereka akan mendatangi dan mengerumuni. Berbeda jika diletakkan Obang-Abing atau jebakan di sawah.
Tentu hewan akan berpikir dengan instingnya menghindari jebakan-jebakan tersebut. “Harapannya orang-orang tidak gampang membunuh hewan,” akunya. (mia/fth)
Editor : Baskoro Septiadi