Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Kota Semarang, Siang Panas Malam Hujan Deras

A
Penulis: Adennyar Wicaksono❯

Ilustrasi ketika hujan deras turun dari atap rumah  (freepik/Kireyonok_Yuliya)
Ilustrasi ketika hujan deras turun dari atap rumah (freepik/Kireyonok_Yuliya)


Advertisement

RADARSEMARANG.ID, Semarang– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ahmad Yani Semarang, menyebut jika potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi di Ibu Kota Jateng.

Salah satunya panas terik pada siang hari yang kemudian berubah menjadi hujan pada malam hari dalam beberapa hari terakhir.

Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah posisi matahari yang saat ini semakin dekat dengan garis khatulistiwa, sehingga intensitas panas yang diterima permukaan bumi menjadi lebih maksimal.

Dia menerangkan, tutupan awan pada siang hari cenderung minim, sehingga sinar matahari langsung menyinari permukaan tanpa banyak hambatan.

Kondisi ini diperkuat dengan fase peralihan musim atau pancaroba yang sedang berlangsung.

Advertisement

“Cuaca terik di siang hari ini dipengaruhi posisi matahari yang mendekati ekuator, tutupan awan yang sedikit, serta saat ini masih masa transisi atau pancaroba,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (24/3).

Menurutnya saat ini wilayah Semarang belum sepenuhnya memasuki musim kemarau. Kondisi yang terjadi masih merupakan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Diprediksi, awal musim kemarau di wilayah pantura Kota Semarang terjadi pada dasarian kedua April.

Sementara untuk wilayah Semarang bagian selatan, musim kemarau diprediksi datang pada dasarian pertama Mei.

“Untuk wilayah pantura Semarang, musim kemarau diperkirakan mulai dasarian kedua April, sedangkan Semarang selatan pada dasarian pertama Mei,” jelasnya.

Menanggapi isu musim kemarau yang disebut akan berlangsung lebih panjang, Ferry meluruskan bahwa yang terjadi bukanlah durasi yang lebih lama, melainkan pergeseran waktu awal musim kemarau yang datang lebih cepat di sejumlah wilayah, termasuk Kota Semarang.

“Bukan lebih panjang, tetapi di beberapa daerah musim kemarau datang lebih awal, termasuk Semarang yang maju sekitar satu dasarian,” tegasnya.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama masa pancaroba. Perubahan cuaca yang terjadi dapat berlangsung secara tiba-tiba, dari kondisi panas terik menjadi hujan lebat yang disertai angin kencang dalam waktu singkat.

“Kami menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, terutama potensi hujan lebat dan angin kencang yang bisa terjadi secara tiba-tiba,” pungkasnya. (den)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dari Korban PHK hingga Berangkat Umrah, Bluebird Jadi Keluarga Kedua Budi Prasetyo

Dari Korban PHK hingga Berangkat Umrah, Bluebird Jadi Keluarga Kedua Budi Prasetyo

Berawal dari korban PHK. Budi menemukan keluarga kedua di Bluebird. Ia bisa bangkit kembali mengais rezeki untuk keluarga. Selain itu juga bisa menyekolahkan anaknya dengan beasiswa dan juga mengumrahkan kedua orang tua.

Dukung UMKM Perluas Pasar, JNE Semarang Juga Salurkan Bantuan ke Panti Wredha

Dukung UMKM Perluas Pasar, JNE Semarang Juga Salurkan Bantuan ke Panti Wredha

Dukungan terhadap pelaku usaha tidak hanya dilakukan melalui layanan pengiriman. JNE juga berupaya memperkuat hubungan dengan pelanggan sekaligus membangun kolaborasi bisnis dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Saling Tantang di Medsos, Pemuda 19 Tahun Jadi Tersangka Tawuran Maut di Semarang

Saling Tantang di Medsos, Pemuda 19 Tahun Jadi Tersangka Tawuran Maut di Semarang

Perkembangan tawuran Genuk Semarang, 26 Oktober 2026: polisi menetapkan tersangka berusia 19 tahun dan mengungkap dugaan pemicu dari DM Instagram.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer