Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sarif Kakung: Pemprov Jateng Harus Bisa Kendalikan Harga Pangan

M
Penulis: Miftahul A’la❯
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Persediaan pangan dan pengendalian harga harus menjadi perhatian pemerintah provinsi Jawa Tengah di tengah cuaca ekstrem yang melanda sejumlah daerah belakangan ini.


Advertisement

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah berdampak pada sejumlah daerah.

“Apalagi banjir yang melanda di sejumlah daerah tersebut turut menggenangi lahan pertanian dan berpotensi menyebabkan gagal panen,” ungkap Sarif, Jumat (23/1).

Pria yang akrab disapa Kakung ini menambahkan, cuaca ekstrem akibat perubahan iklim merupakan ancaman yang semakin serius bagi sektor pertanian.

Advertisement

“Cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi merupakan risiko yang tidak dapat dihindari. Namun, dampaknya dapat diminimalkan melalui mitigasi yang baik dan kesiapsiagaan pemerintah daerah,” jelas Kakung.

Apalagi, lanjut Kakung, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan mewujudkan swasembada pangan pada 2026, termasuk pencapaian target produksi padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG).

“Pemerintah harus bisa mengatasi persoalan ancaman gagal panen yang dialami petani di sejumlah daerah. Mereka bukan hanya mengalami pengurangan keuntungan, tapi bahkan ada juga yang merugi karena sawah dan kebunnya terendam banjir,” sebut legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah

Kakung pun menyambut baik langkah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang memerintahkan kepala daerah untuk segera mengajukan asuransi gagal panen guna meminimalkan dampak bencana terhadap produksi pangan.

Advertisement

“Kita harus memikirkan nasib para petani yang akan kehilangan penghasilan karena produksi taninya hancur akibat banjir, sekaligus bagaimana harga kebutuhan pangan ini juga terkendali,” tegasnya.

Kakung menegaskan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah maupun nasional.

Kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) tingkat nasional mencapai 14,35%, dengan daya serap tenaga kerja sekitar 40 juta orang.

“Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa pertanian bukan hanya penopang ketahanan pangan, tetapi juga menjadi fondasi kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (fth)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Targetkan 14 Hari KDMP di Kabupaten Semarang Sudah Beroperasi 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Targetkan 14 Hari KDMP di Kabupaten Semarang Sudah Beroperasi 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi lakukan kunjungan kerja ke Koperasi Desa Merah Putih Desa Bergas Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang.

Ahmad Luthfi Minta Wabup Klaten Mahanni Yulindha Prioritaskan Pengentasan Kemiskinan

Ahmad Luthfi Minta Wabup Klaten Mahanni Yulindha Prioritaskan Pengentasan Kemiskinan

Wakil Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi diminta prioritaskan penanganan kemiskinan dan memastikan pembangunan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Catat! Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng Dimulai 21 September, Ada Bebas Denda dan Pajak Progresif

Catat! Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng Dimulai 21 September, Ada Bebas Denda dan Pajak Progresif

Mulai 21 September Jateng Hapuskan Denda dan Pajak Progresif Kendaraan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer