Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

EWS di Sungai Plumbon Semaramg Rusak, di Banyumanik Dicuri

A
Penulis: Adennyar Wicaksono❯
RUSAK LAGI : EWS yang dipasang di Sungai Plumbon mengalami kerusakan dan tidak bisa berfungsi.
RUSAK LAGI : EWS yang dipasang di Sungai Plumbon mengalami kerusakan dan tidak bisa berfungsi.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Plumbon, bisa bernafas lega.


Advertisement

Pasalnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, tahun ini bakal melakukan pergantian early warning sistem (EWS) di dua titik.

Seperti diketahui, EWS yang ada di Sungai Plumbon, yang dipasang di jembatan perkampungan yang menghubungkan Kelurahan Mangunharjo dan Mangkang Kulon, mengalami kerusakan beberapa tahun terakhir.

Puncaknya, saat banjir Kamis (15/1) pekan lalu, banjir merendam ratusan rumah warga, dan berdampak cukup besar karena tidak ada peringatan dini yang muncul dari EWS.

Advertisement

"Saat ini memang sedang offline, atau mengalami kerusakan. Sudah dilakukan pergantian part juga, tapi tidak lagi," kata Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P. Martanto, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (20/1).

Endro menjelaskan, pada tahun ini akan ada penambahan EWS termasuk untuk anggaran perbaikan.

Selain rusak, kata Endro ada juga EWS yang dicuri oleh orang yang tidak bertanggungjawab di Banyumanik.

Advertisement

Sementara untuk EWS yang dianggarkan tahun ini, salah satunya akan dipasang di Sungai Plumbon.

Endro menyebut rencana akan dipasang modem di luar box sehingga sinyal yang diterima lebih kuat dan bisa dipantau secara online.

"Padahal fungsinya sangat vital, seperti di Perumahan Dinar Indah, EWS disana berfungsi dan alarm berbunyi saat air naik sehingga warga bisa melakukan antisipasi," jelasnya.

Menurut informasi yang dihimpun, di Ibu Kota Jateng ada 28 EWS yang telah dipasang untuk mendeteksi potensi bencana berupa banjir dan longsor.

Dari data yang ada, selain rusak ada pula EWS yang dicuri oleh oknum yang tidak bertanggungjawab di kawasan Pudak Payung.

"Ada yang hilang seperti di Pudak Payung, di Plumbon rusak, di Kali Banger saat ini memang dilepas karena ada normalisasi," tambah Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Semarang, Riyanto.

Riyanto memastikan jika tahun ini ada anggaran dua pengadaan EWS yang satu unitnya sekitar Rp 80 jutaan. Selain di Plumbon, satu EWS akan dipasang di Sungai Sringin.

Dia mengakui pada tahun lalu sendiri tidak ada anggaran, karena terdampak refocusing anggaran.

"Tahun lalu memang tidak ada anggaran, baru dianggarkan tahun ini. Memang EWS ini vital, karena bencana bergeser ke wilayah Barat Semarang," jelasnya.

Riyanto menjelaskan, EWS ini diperkirakan akan dipasang sekitar April tahun ini menyesuaikan Rencana Anggaran Kas (RAK) Daerah.

Nantinya EWS juga akan dipantau CCTV teknologi dan bisa dipantau secara online.

"Nanti baru April dipasang, kita menyesuaikan RAK, karena kalau mendahului bisa jadi temuan BPK," pungkasnya. (den)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dari Korban PHK hingga Berangkat Umrah, Bluebird Jadi Keluarga Kedua Budi Prasetyo

Dari Korban PHK hingga Berangkat Umrah, Bluebird Jadi Keluarga Kedua Budi Prasetyo

Berawal dari korban PHK. Budi menemukan keluarga kedua di Bluebird. Ia bisa bangkit kembali mengais rezeki untuk keluarga. Selain itu juga bisa menyekolahkan anaknya dengan beasiswa dan juga mengumrahkan kedua orang tua.

Dukung UMKM Perluas Pasar, JNE Semarang Juga Salurkan Bantuan ke Panti Wredha

Dukung UMKM Perluas Pasar, JNE Semarang Juga Salurkan Bantuan ke Panti Wredha

Dukungan terhadap pelaku usaha tidak hanya dilakukan melalui layanan pengiriman. JNE juga berupaya memperkuat hubungan dengan pelanggan sekaligus membangun kolaborasi bisnis dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Saling Tantang di Medsos, Pemuda 19 Tahun Jadi Tersangka Tawuran Maut di Semarang

Saling Tantang di Medsos, Pemuda 19 Tahun Jadi Tersangka Tawuran Maut di Semarang

Perkembangan tawuran Genuk Semarang, 26 Oktober 2026: polisi menetapkan tersangka berusia 19 tahun dan mengungkap dugaan pemicu dari DM Instagram.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer