Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Semarang Barat Menyapa Pengungsian Aceh

F

 

Layar LCD Semarang Barat Menyapa Pengungsian Aceh
Layar LCD Semarang Barat Menyapa Pengungsian Aceh

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Layar ponsel yang tersambung ke LCD besar di aula Kantor Kecamatan Semarang Barat memperlihatkan suasana pengungsian di Aceh Tamiang.


Advertisement

Selasa (13/1), keluarga besar Kecamatan Semarang Barat menyalurkan donasi bagi warga Aceh yang hingga kini masih terdampak banjir.

Dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp42.435.000. Donasi tersebut berasal dari aparatur sipil negara (ASN) kecamatan dan kelurahan, lembaga kemasyarakatan, serta berbagai organisasi masyarakat di wilayah Semarang Barat.

Advertisement

Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis melalui video call. Tayangan di LCD besar memperlihatkan tenda-tenda pengungsian dan aktivitas warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian.

Sejumlah perwakilan lembaga kemasyarakatan. Mulai LPMK, PKK, Karang Taruna, FKK, hingga unsur ormas tampak mengikuti kegiatan tersebut.

Camat Semarang Barat Elly Asmara menjelaskan, penggalangan dana berawal dari inisiatif internal yang kemudian disepakati bersama.

Advertisement

Donasi kali ini disalurkan secara langsung ke Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, tepatnya Kecamatan Karangbaru yang menjadi salah satu wilayah terdampak terparah.

“Sebelumnya ASN juga sudah menyalurkan bantuan melalui Korpri dan Baznas. Kali ini kami distribusikan langsung karena ada jejaring rekan di sana, sehingga bantuan bisa lebih tepat sasaran,” ujar Elly.

Dari komunikasi dengan pihak Aceh Tamiang, diketahui proses pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial masih di bawah 50 persen.

Warga hingga kini masih menempati titik-titik pengungsian yang disediakan pemerintah daerah.

Elly menambahkan, penggunaan dana diserahkan sepenuhnya sesuai kebutuhan di lapangan. Salah satu kebutuhan mendesak adalah peralatan pembersih gedung, terutama untuk kantor-kantor pemerintahan sebagai pusat pelayanan masyarakat pascabanjir.

Menurutnya, aksi kemanusiaan ini membawa nilai kepedulian, gotong royong, dan pentingnya menjaga jejaring antardaerah. “Harapannya, kondisi di Aceh Tamiang segera pulih dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala,” harapnya. (fgr)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Menyebar, Empat Kecamatan di Semarang Terdampak

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Menyebar, Empat Kecamatan di Semarang Terdampak

Kepulan asap dan bau sangit menyebar ke sejumlah wilayah Kota Semarang, Kamis (1/10) pagi. Sedikitnya empat kecamatan terdampak, yakni Ngaliyan, Mijen, Gunungpati, dan Semarang Barat.

Grebeg Subali Krapyak, Gunungan Gemblong Bakar Jadi Simbol Perekat Warga

Grebeg Subali Krapyak, Gunungan Gemblong Bakar Jadi Simbol Perekat Warga

Gunungan hasil bumi sebagai simbol warga Kelurahan Krapyak yang sejahtera, sementara Gemblong Bakar memiliki simbol kerekatan antar warga ditengah perubahan jaman.

Enam Bulan Menanti, Talut Longsor Pusponjolo Semarang Mulai Diperbaiki

Enam Bulan Menanti, Talut Longsor Pusponjolo Semarang Mulai Diperbaiki

Enam Bulan Menanti, Talut Longsor Pusponjolo Mulai Diperbaiki

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer