Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ratusan Eks Karyawan Sritex Turun ke PN Semarang Tuntut Hak Pesangon

I
Penulis: Ida Fadilah❯
Masa aksi karyawan Ex Sritex saat melakukan unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Semarang, Senin (12/1/2026).
Masa aksi karyawan Ex Sritex saat melakukan unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Semarang, Senin (12/1/2026).

 


Advertisement

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tak kunjung terbayar, ratusan pekerja PT Sri Rejeki Isman (Sritex) menggelar aksi di depan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang. Mereka menuntut hak pekerja segera dibayarkan.

Ratusan karyawan ex Sritex ini datang jauh-jauh menggunakan lima bus dari Sukoharjo untuk menumpahkan keresahan mereka. Para aksi ini dalam unjuk rasanya juga membawa beragam atribut seperti spanduk.

Mereka menuliskan tuntutan dalam kain dan kertas. Di antaranya "Evaluasi atau Ganti Kurator", "Kami Ex Karyawan Kurator Berani & Bernyali".

Advertisement

Poster antara lain bertuliskan "Selesaikan Pesangon"; "Kurator Hanya Pembual"; “Evaluasi Kurator atau Ganti Kurator”, “11 Bulan Kalian Kerja, Apa Main-main”. Bendera merah putih tak ketinggalan untuk dikibarkan.

Aksi turun ke Pengadilan ini sebagai bentuk protes lantaran pesangon belum juga cair. Padahal waktu menunggu hampir setahun lamanya.

Dalam tuntutannya, para buruh meminta hakim pengawas PN Semarang mengevaluasi kinerja kurator. Pasalnya, kurator yang mengurus kepailitan Sritex dinilai lelet.

Advertisement

Salah satu buruh, Agus Wijaksono turun ke jalan. Di usianya yang sudah menginjak 65 tahun, ia masih semangat ikut aksi.

"Kami datang karena kecewa. Kinerja kurator yang lambat ini bikin nasib kami jadi tidak jelas. Harapan kami cuma satu, tolong Hakim Pengawas dengarkan suara kami," ungkap Agus dengan nada getir.

Selain itu hal serupa diungkap buruh lain Partoni. Ia menyatakan banyak buruh yang sudah tua sepertinya tidak bisa kerja di lain tempat. Sehingga hanya pesangon harapan mereka bertahan hidup.

"Kami tidak mengemis apa pun, kami cuma minta hak kami,” katanya.

Begitupun dengan Milah. Buruh wanita ini menyatakan jika sebagain besar eks buruh sudah terlalu lama menunggu hasil kerja Sritex.

"Kami mohon, kurator jangan enak-enakan. Di mana Anda, kurator? Kami menunggu hasil kerja Anda,” ujarnya.

Lebih dari itu, para buruh pun menyinggung janji-janji yang tak kunjung ditepati. Terhitung mulai Agustus, lalu Oktober, hingga kini tak ada kejelasan. Mereka pun mempertanyakan profesionalitas kurator.

Tak main-main, selain meminta evaluasi, massa juga mendesak agar kurator diganti. Mereka berharap PN Semarang bisa mengakomodasi tuntutan itu.

“Ada lebih dari 8 ribu orang menunggu. Jangan sampai ada gejolak yang lebih besar,” kata orator.

Aksi berjalan cukup tertib di bawah penjagaan polisi. Meski para buruh sudah bergantian menyuarakan aspirasi mereka lewat spanduk dan orasi, hingga saat ini pihak kurator belum memberikan pernyataan resmi atau jawaban atas tuntutan tersebut. (ifa/mg9)

Advertisement
Editor : Baskoro Septiadi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Direksi Bank BJB Menangis Usai Divonis Bebas dalam Kasus Korupsi Sritex, Langsung Sujud Syukur

Direksi Bank BJB Menangis Usai Divonis Bebas dalam Kasus Korupsi Sritex, Langsung Sujud Syukur

Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi dan Senior Executive Vice President Bisnis Bank BJB Beny Riswandi berpelukan sembari menangis usai divonis bebas di Pengadilan Tipikor Semarang

Nasib Pilu Perempuan Semarang Diduga Alami Kerusakan Saraf usai Endolift di Klinik Kecantikan, Korban Tempuh Jalur Hukum 

Nasib Pilu Perempuan Semarang Diduga Alami Kerusakan Saraf usai Endolift di Klinik Kecantikan, Korban Tempuh Jalur Hukum 

Seorang wanita diduga menjadi korban malpraktik di sebuah klinik kecantikan di Semarang. Aprilia Handayani, mengalami gangguan serius pada wajahnya usai menjalani treatment endolift pada September 2025.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer