Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kerusakan Tanjakan Kalipancur Masih Tanggungjawab CSR PT Prabu

A
Penulis: Adennyar Wicaksono❯
RETAK : Struktur tanjakan Kalipancur retak karena struktur tanah yang belum solid.
RETAK : Struktur tanjakan Kalipancur retak karena struktur tanah yang belum solid.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Perbaikan di tanjakan Kalipancur mulai dilakukan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang melakukan tinjauan perbaikan yang masih menjadi tanggung jawab sosial atau CSR asri PT. Prabu, yang melakukan pembangunan sebelumnya.


Advertisement

Adapun sebelumnya, jalan menghubungkan Manyaran ke Gunungpati ini, sempat mengalami kerusakan seperti retak dan amblas karena kontur jalan yang labil.

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto menjelaskan jika tanjakan awalnya memiliki kemiringan cukup tajam. Kemudian ada program CSR mendesain jalan untuk diratakan.

Perataan ini membutuhkan timbunan tanah dalam jumlah besar yang masih mengalami penurunan alami.

Advertisement

"Saat dilandaikan sudah dibuat lebih halus, tetapi karena menggunakan tanah urukan, pasti ada penurunan. Kemarin penurunannya sekitar lima centimeter sehingga beton jalan ikut retak," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang , Rabu (3/12).

Adanya retakan ini membuat pengendara tidak nyamanan melintas.

Sehingga dilakukan perbaikan darurat pada badan jalan dengan rekomendasi teknis dari Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Advertisement

Dia menjelaskan , beton yang pecah dibongkar, diberi lapisan pasir, semen dan batu."Pekerjaan perbaikan masih berlanjut karena tanah timbunan membutuhkan waktu hingga dua tahun untuk benar-benar stabil," tambah dia.

Menurutnya, PT Prabu tetap berkewajiban melakukan perbaikan bila terjadi penurunan, sebelum seluruh aset konstruksi diserahkan resmi kepada Pemerintah Kota Semarang.

"Yang penting masyarakat bisa lewat dengan aman dan nyaman. Kekurangan yang ada kami minta diperbaiki bertahap sampai stabil, lalu baru bisa diserahkan ke Pemkot," ujarnya.

Kemudian, tanah ambles pada tanjakan tersebut bukan disebabkan patahan tanah, lanjut Suwarto,  kondisi tanah justru sangat keras, sehingga proses pemancangan saat pembangunan awal pun cukup sulit.

Faktor utama penurunan tanah berasal dari proses pemadatan yang terhambat hujan saat pengerjaan.

"Perbaikan tidak bisa menggunakan sistem proyek groting atau suntik semen seperti di jalur tembus Jangli–Undip. Teknik groting dinilai berisiko menyumbat saluran air yang berada di bawah struktur," bebernya.

Secara keseluruhan, struktur jalan ini masih stabil. Hanya terlihat kerusakan lantaran adanya penurunan tanah.

Dia mejelaskan, penanganan menunggu tanah benar-benar stabil, setelah itu seluruh permukaan jalan akan ditangani ulang secara menyeluruh sesuai rekomendasi teknis.

"Untuk sementara akan diaspal dulu agar nyaman dilalui. Perbaikan final menunggu stabilitas tanah, bisa sekitar dua tahun," imbuhnya.

Perbaikan yang dikerjakan PT Prabu diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 4 sampai 7 miliar.

Namun nilai pastinya baru dapat diketahui setelah seluruh pekerjaan selesai dan dinyatakan layak untuk diserahkan kepada Pemerintah Kota Semarang.

Pihaknya mengaku masih menunggu penyelesaian tahap lanjutan sebelum dapat menerima hasil pekerjaan.

Seluruh proses, mulai desain, rekomendasi akademis, hingga tindak lanjut perbaikan, akan dihitung dalam berita acara serah terima setelah kondisi jalan dinyatakan aman, stabil, dan memenuhi standar teknis.

"Serah terima dari PT Prabu akan dilakukan setelah proses perbaikan selesai dan bangunan sudah settle,"pungkas dia. (den)

Advertisement
Editor : Baskoro Septiadi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dari Korban PHK hingga Berangkat Umrah, Bluebird Jadi Keluarga Kedua Budi Prasetyo

Dari Korban PHK hingga Berangkat Umrah, Bluebird Jadi Keluarga Kedua Budi Prasetyo

Berawal dari korban PHK. Budi menemukan keluarga kedua di Bluebird. Ia bisa bangkit kembali mengais rezeki untuk keluarga. Selain itu juga bisa menyekolahkan anaknya dengan beasiswa dan juga mengumrahkan kedua orang tua.

Dukung UMKM Perluas Pasar, JNE Semarang Juga Salurkan Bantuan ke Panti Wredha

Dukung UMKM Perluas Pasar, JNE Semarang Juga Salurkan Bantuan ke Panti Wredha

Dukungan terhadap pelaku usaha tidak hanya dilakukan melalui layanan pengiriman. JNE juga berupaya memperkuat hubungan dengan pelanggan sekaligus membangun kolaborasi bisnis dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Saling Tantang di Medsos, Pemuda 19 Tahun Jadi Tersangka Tawuran Maut di Semarang

Saling Tantang di Medsos, Pemuda 19 Tahun Jadi Tersangka Tawuran Maut di Semarang

Perkembangan tawuran Genuk Semarang, 26 Oktober 2026: polisi menetapkan tersangka berusia 19 tahun dan mengungkap dugaan pemicu dari DM Instagram.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer