Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Keluhkan Bau Menyengat Kepala Udang yang Dijemur di Bantaran BKT Semarang

F

Pembersihan kepala udang membusuk di bantaran BKT, Jumat (7/11).
Pembersihan kepala udang membusuk di bantaran BKT, Jumat (7/11).
 


Advertisement

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Warga di kawasan Semarang Timur dan sekitarnya, tiga hari terakhir dibuat resah oleh bau menyengat yang menusuk hidung.

Aroma tak sedap itu bukan dari limbah pabrik, melainkan dari tumpukan kepala udang membusuk yang dijemur di bantaran Banjir Kanal Timur (BKT), tepatnya di sekitar Jembatan Kartini.

“Baunya sangat menyengat, mas. Bisa sampai radius dua kilometer. Dari sini sampai Gayamsari, bahkan ke Jalan Dokter Cipto masih kecium,” keluh Ahmad Yusuf, warga Karangtempel (7/11).

Advertisement

Ia mengaku pertama kali mencium aroma itu pada malam sebelumnya. “Saya pikir cuma bangkai tikus. Tapi kok tidak hilang-hilang. Ternyata kepala udang dijemur. Wah, tidak tanggung jawab yang punya,” ujarnya geram.

Belakangan terungkap, tumpukan kepala udang itu merupakan sisa olahan dari seorang warga yang mencoba membuat bahan terasi.

Kegiatan dilakukan secara mandiri tanpa izin dan tanpa memperhitungkan dampak bau busuk yang ditimbulkan.

Advertisement

“Ya buat kegiatan saja, pak. Teman-teman lagi tidak kerja. Cuma mau nyoba. Ternyata gagal, jadi pelajaran lah,” kata Sugeng, orang yang mengaku sebagai pelaku penjemuran tersebut.

Menurutnya, ia bersama beberapa rekannya menjemur sekitar satu ton kepala udang yang sebelumnya disimpan dalam kondisi beku. “Pas cair, baunya keluar. Awalnya buat kegiatan aja, biar ada kerjaan,” ujarnya santai.

Namun santainya Sugeng berbanding terbalik dengan reaksi warga. Bau bangkai udang yang menyebar ke pengguna jalan sehingga mengenakan masker saat keluar rumah. 

“Nggak kuat, Mas. Pagi-pagi udah mual,” kata seorang pedagang di sekitar Jalan Barito.

Camat Semarang Timur, Akbar Ali Nurdin, langsung turun tangan begitu menerima laporan warga.

“Kami mohon maaf atas kejadian ini. Ada aktivitas warga yang menjemur kepala udang tanpa izin di area BKT,” jelasnya saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, pembersihan dilakukan bersama DLH, DPU, dan tim Damkar Kota Semarang.

“Pagi ini kami eksekusi. Tim langsung mengangkut tumpukan kepala udang dan menyemprot lokasi agar tidak lagi menimbulkan bau. Kami juga panggil yang bersangkutan untuk ikut bertanggung jawab,” tegas Akbar.

Akbar menambahkan, kawasan bantaran BKT di wilayahnya memang sering disalahgunakan untuk membuang limbah dan sampah.

“Sudah sering kami bersihkan. Tapi masih ada saja warga yang buang sembarangan. BKT itu bukan tempat pembuangan sampah,” ujarnya.

Ia mengimbau warga agar ikut menjaga kebersihan lingkungan. “Ke depan, kami bersama DLH dan kelurahan akan rutin patroli untuk mencegah hal serupa. Kalau mau ada kegiatan ekonomi, silakan, asal jangan mengganggu lingkungan,” tandasnya. (fgr)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bikin Merinding, Kisah Mistis Sopir Ambulans, Kerap Mencium Bau Jenazah, Mimpi Didatangi Arwah

Bikin Merinding, Kisah Mistis Sopir Ambulans, Kerap Mencium Bau Jenazah, Mimpi Didatangi Arwah

Di balik pekerjaannya yang memiliki tingkat sosial tinggi, seorang sopir ambulan menyimpan kisah-kisah mistis yang bikin bulu kuduk merinding. Teror makhluk tak kasat mata sudah menjadi 'makanannya' sehari-hari

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer