Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Karanganyar Legok Semarang Masih Trauma Longsor Talut Pabrik Es Batu

F
Pemeriksaan kesehatan di rumah kos sebagai pengungsian warga Karanganyar Legok, RT 6 RW 4 Kelurahan Karanganyar Gunung Kecamatan Candisari yang terdampak longsor, Jumat (12/9).
Pemeriksaan kesehatan di rumah kos sebagai pengungsian warga Karanganyar Legok, RT 6 RW 4 Kelurahan Karanganyar Gunung Kecamatan Candisari yang terdampak longsor, Jumat (12/9).

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Duka warga Karanganyar Legok Semarang saat ini belum juga reda.


Advertisement

Setelah rumah mereka porak-poranda akibat longsor talut pabrik es batu, banjir bandang setinggi 1–2 meter kembali menghantam.

Kini, selain kerugian harta benda, trauma dan gangguan kesehatan membayangi warga terdampak.

Musrifah, 65, salah satu warga, masih syok saat mengenang air bah yang tiba-tiba menerjang. "Tiba-tiba rumah sudah penuh air,” tuturnya. 

Ia mengaku waswas jika kejadian serupa terulang. Kini, warga hanya bisa berharap pulih dari trauma dan segera kembali menempati rumah yang layak.

“Pokoknya pengin tenang, sehat, dan nggak takut banjir lagi,” harap Musrifah.

Advertisement

Senada, Suparmi, 66, juga mengaku terus dihantui rasa takut. Tubuhnya kini sering terasa tidak enak. 

"Trauma, was-was terus. Tahu-tahu rumah sudah kebanjiran. Rasane sudah tidak karuan," ungkapnya.

Kepala Puskesmas Candilama, Wahyoto, membenarkan banyak warga, terutama lansia, mulai mengeluh demam, pilek, hingga tensi darah naik. Karena secara psikis mereka terguncang. 

"Trauma dan ketakutan bisa memicu tekanan darah tinggi. Ada juga yang mengeluh mriyang karena kelelahan dan terpaan dingin air," jelasnya.

Tim kesehatan, lanjutnya, sudah rutin memantau sejak hari pertama. Pemeriksaan menyasar lansia, anak-anak, bayi, hingga balita.

Dari data yang dihimpun, total ada 10 KK dengan 23 jiwa yang dievakuasi ke rumah kos yang tak jauh dari tempat longsor.

Lurah Karanganyar Gunung, Nurhayati Budi Wahyuningtias, menambahkan pihaknya telah menginventarisasi kerugian warga.

“Barang-barang yang rusak akan diganti pihak pabrik. Sementara warga menempati rumah kos terdekat hingga kondisi pulih,” terangnya.

Puluhan personel gabungan dari Koramil, BPBD, DPU, dan warga dikerahkan untuk membersihkan sungai yang tersumbat material longsor. 

“Kalau lancar, sebelum seminggu warga bisa kembali ke rumah masing-masing. Relokasi belum ada, fokus kita pemulihan,” tegasnya. (fgr)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer