RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Sebuah video berisi komplain kepala sekolah dasar terkait kualitas buah dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial dan memicu respons politik.
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Salatiga turun tangan memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan dan tidak terulang.
Video viral berdurasi 5 menit 2 detik itu menampilkan kepala sekolah yang memprotes kondisi sejumlah jeruk yang dikirim sebagai bagian dari menu MBG.
Dalam rekaman tersebut, ia menyebut ada buah yang dinilai tidak layak konsumsi.
Program MBG sendiri merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah.
Di Salatiga, distribusi makanan dikoordinasikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah titik.
Menindaklanjuti viralnya video, tiga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Salatiga yakni Alexander Joko S (ketua), Bagas Aryanto, dan Laurens Adrians, mendatangi SPPG yang berada di kawasan Sawahan, Kecandran, Minggu (1/3/2026) siang. Mereka diterima Ketua SPPG Sarah bersama ahli gizi Fathur.
Bagas Aryanto usai pertemuan kepada wartawan menjelaskan, video yang beredar sebenarnya merupakan rekaman lama yang diambil pada Selasa (24/2/2026).
Persoalan komplain tentang kualitas jeruk telah diselesaikan pada hari yang sama melalui komunikasi antara pihak sekolah dan pengelola SPPG.
“Memang ada beberapa buah yang kemungkinan lolos sortir. Namun itu sudah diselesaikan pada hari itu juga. Setelah itu, pelaksanaan MBG sudah berjalan baik,” ujar Bagas usai pertemuan.
Ia menegaskan, kejadian tersebut menjadi evaluasi bagi pengelola agar proses penyortiran bahan makanan diperketat.
Fraksi PDI Perjuangan, kata dia, meminta seluruh SPPG menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara disiplin.
“Jangan sampai terulang lagi. Ke depan harus lebih baik karena ini menyangkut kesehatan anak-anak,” tegasnya.
Program MBG di tingkat daerah menuntut koordinasi antara penyedia bahan pangan, pengelola dapur, dan sekolah penerima manfaat.
Dalam praktiknya, pengawasan kualitas bahan baku menjadi titik krusial, terutama untuk komoditas segar seperti buah.
Ahli gizi SPPG, Fathur, menyatakan setiap bahan makanan yang masuk seharusnya melalui proses sortir sebelum didistribusikan.
Namun ia mengakui, dalam volume besar, potensi kelolosan barang yang kurang sempurna tetap ada.
“Kami akan memperketat pengecekan dan meningkatkan kontrol kualitas,” ujarnya.
Terpisah, Kepala SD Dukuh 05, Jumarti, mengakui bahwa persoalan tersebut memang sempat terjadi, namun telah diselesaikan secara langsung dengan pihak SPPG pada hari yang sama.
Ia menyayangkan beredarnya video yang menurutnya direkam untuk kepentingan internal sebagai bahan evaluasi.
“Itu direkam untuk kepentingan internal. Saya tidak tahu siapa yang menyebar,” kata Jumarti saat ditemui di rumahnya.
Menurutnya, sejak insiden tersebut, kualitas distribusi MBG sudah membaik dan tidak ada lagi temuan serupa.
Viralnya video ini menunjukkan sensitifnya isu pemenuhan gizi anak sekolah di tengah ekspektasi tinggi masyarakat terhadap program MBG.
Fraksi PDI Perjuangan menyatakan akan terus memantau pelaksanaan program tersebut agar sesuai standar dan tidak merugikan siswa sebagai penerima manfaat utama.(sas)
Editor : Baskoro Septiadi