Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Menteri Fadli Zon buka UISPP di UKSW: Gugah Peneliti 39 Negara Jadikan Nusantara Poros Pra Sejarah Dunia

Dhinar Sasongko • Selasa, 28 Oktober 2025 | 23:31 WIB
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., membuka konferensi internasional sejarah dunia di Balairung UKSW.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., membuka konferensi internasional sejarah dunia di Balairung UKSW.

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menjadi tuan rumah utama International Union of Prehistoric and Protohistoric Sciences (UISPP), kongres ilmiah dunia yang selama lebih dari satu abad menjadi ruang kolaborasi bagi para arkeolog, antropolog, dan ilmuwan lintas disiplin dalam menelusuri jejak awal keberadaan manusia.

Dibuka di Balairung Universitas, Senin (27/10/2025), konferensi internasional ini mengusung tema besar “Asian Prehistoric Today: Bridging Science, Heritage, and Development.”

Tema tersebut menggugah kesadaran bahwa antara sains, warisan budaya, dan pembangunan terdapat jembatan pengetahuan yang mesti dirawat demi keberlanjutan peradaban manusia. 

Konferensi yang berlangsung 27 Oktober hingga 5 November 2025 ini menjadi ajang akademik, sekaligus pertemuan peradaban, dialog antara masa lalu dan masa depan, yang melibatkan lebih dari 39 negara dan ratusan ilmuwan lintas disiplin dari arkeologi, paleontologi, genetika, geologi, hingga ilmu komputer dan seni rupa.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., membuka pertemuan dengan pantun yang menyalakan semangat intelektual dan budaya, “Ilmuwan berkumpul di Salatiga, Nyalakan sejarah peradaban manusia,” ucapnya. 

Dalam pidato penuh refleksi, beliau menegaskan bahwa Indonesia bukan sekadar penjaga peninggalan purba, tetapi salah satu poros utama dalam kisah evolusi umat manusia.

“Pulau Jawa menyimpan lebih dari 50% fosil Homo erectus dunia, dan di Sulawesi ditemukan seni cadas tertua di dunia. Bukti ini menegaskan bahwa Nusantara bukan hanya penerima peradaban, tetapi pencipta arah perkembangan manusia global,” ujarnya dengan lantang.

Lebih jauh, ia menandaskan bahwa era baru penelitian prasejarah telah dimulai, ketika Indonesia memulangkan lebih dari 28.000 fosil Dubois dari Belanda.

“Bukan sekadar artefak, melainkan potongan harga diri bangsa,” katanya.

Fadli Zon menyatakan bahwa konferensi ini istimewa karena berlangsung tidak hanya di ruang kuliah, tetapi juga di lapangan, desa, dan museum, melainkan menghadirkan proses belajar yang nyata dan hidup.

“Tugas kita bukan sekadar melestarikan, tetapi menyeimbangkan pembangunan dan pelestarian demi masa depan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan,” tegas Fadli Zon.

Rektor UKSW, Profesor Intiyas Utami, dalam pidato pembukaannya, menyampaikan rasa bangga sekaligus tanggung jawab besar, “Kongres UISPP bukan hanya pertemuan ilmiah, tetapi perayaan pencarian makna manusia. Bahwa dari Salatiga, kota harmoni di jantung Jawa, dunia kembali memaknai dirinya,” tuturnya. 

Ia menegaskan bahwa menjadi tuan rumah kongres bergengsi ini sejalan dengan visi UKSW sebagai Scientiarum University, universitas pencari kebenaran, sekaligus Magistrorum et Scholarium University, persekutuan antara guru dan murid dalam melahirkan creative minority yang melayani dunia dengan kebijaksanaan.

“Di UKSW, sejarah bertemu kemanusiaan, dan pengetahuan bertemu tujuan,” tutupnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menegaskan identitas kotanya sebagai “City of Harmony”, kota berusia lebih dari 1.200 tahun yang kini membuka dirinya bagi dunia. “Salatiga bukan sekadar kota, melainkan narasi panjang tentang kerukunan manusia. Hari ini, ketika ribuan ilmuwan berkumpul di sini, Salatiga kembali menjadi saksi bahwa harmoni adalah fondasi peradaban,” ujarnya.

Kehadiran konferensi ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa pengetahuan dan perdamaian dapat berjalan beriringan, bahkan dari kota yang teduh di lereng Merbabu.(sas)

Editor : Tasropi
#UKSW #fadli zon #Sejarah Dunia