RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Ketua Jurusan Guru Kelas Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga, Mufiq, M. Phil, menegaskan pentingnya status akreditasi sebagai indikator utama kualitas program studi.
Dalam Workshop Pengelolaan Prodi Berbasis Akreditasi Unggul yang diadakan di Hotel Syariah Solo, (21/5/2024), Mufiq menyatakan bahwa lulusan yang terserap di dunia kerja, dosen berprestasi, serta pelayanan terbaik kepada mahasiswa adalah beberapa indikator program studi yang baik.
Mufiq menambahkan, "Melalui kegiatan ini, saya dorong pengelola Prodi di bawah naungan jurusan guru kelas FTIK untuk serius meraih status akreditasi unggul pada Prodi yang dikelola."
Imam Mas Arum, M. Pd, Sekretaris Jurusan Guru Kelas FTIK UIN Salatiga, menyoroti pentingnya budaya kerja berbasis akreditasi dan strategi untuk meraih akreditasi unggul.
Ia menekankan bahwa dalam penyusunan borang akreditasi, persiapan yang matang sangat penting.
"Jika akreditasi sudah menjadi budaya kerja, pasti kita akan mudah dalam menyusun borang akreditasi," ujarnya.
Dalam strategi penyusunan borang, Imam Mas Arum menyatakan bahwa kunci utamanya adalah sinergi dan apresiasi terhadap seluruh tim. "Dengan cara itu, proses penyusunan borang akan tercapai dengan baik dan akhirnya Prodi mendapat akreditasi unggul," katanya.
Dr. Muhammad Rohmadi, M. Hum, Dosen UNS, sebagai pemateri dalam workshop ini, mengenalkan konsep dasar akreditasi berbasis lembaga akreditasi.
Menurutnya, proses akreditasi melibatkan penilaian menyeluruh terhadap kualitas dan standar pendidikan yang diselenggarakan oleh sebuah prodi.
"Prodi yang mengajukan akreditasi harus melakukan penilaian mandiri dan mengumpulkan data yang dilaporkan dalam bentuk Laporan Evaluasi Diri (LED)," jelasnya. Setelah penilaian mandiri, tim asesor dari lembaga akreditasi akan melakukan evaluasi eksternal untuk memverifikasi informasi tersebut.
Dr. Wiharto, S. T., M. Kom, Dosen UNS dan narasumber lainnya, membahas akreditasi Prodi dengan LAMINFOKOM.
Ia menekankan pentingnya membentuk tim akreditasi internal yang terdiri dari dosen, staf administrasi, dan perwakilan mahasiswa.
"Langkah berikutnya adalah mempelajari dengan seksama instrumen akreditasi LAMINFOKOM dan melakukan evaluasi diri secara menyeluruh," ujarnya. Ia juga menyarankan agar kurikulum diperbarui sesuai dengan perkembangan terbaru dan standar LAMINFOKOM serta pentingnya sistem penjaminan mutu internal yang efektif.
Workshop ini bertujuan untuk mempersiapkan program studi di bawah FTIK UIN Salatiga agar dapat mencapai akreditasi unggul, yang akan meningkatkan reputasi dan daya saing mereka di dunia pendidikan tinggi. (sas/bas)
Editor : Baskoro Septiadi