Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dikira Api Sudah Padam, Bara Sampah Malah Bakar Kandang Ayam Warga Salatiga

D
Penulis: Dhinar Sasongko❯
Petugas berusaha memadamkan api
Petugas berusaha memadamkan api

Advertisement

 

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Api yang sempat dianggap sudah padam justru kembali membesar. Bara dari pembakaran sampah kering diduga merembet hingga membakar kandang ayam milik warga di Jalan Ki Penjawi, Sarirejo, Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Senin (14/9) petang. Kandang berukuran 6 x 3 meter itu akhirnya ludes terbakar.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 18.30 WIB. Sebelumnya, sekitar pukul 17.00 WIB, pemilik kandang, Hadi Suparno, membakar sampah kering atau sampah rumah tangga di belakang rumah.

Advertisement

Lokasi pembakaran berada tak jauh dari kandang ayam yang konstruksinya menggunakan kayu dan beratap genting.

Sekitar pukul 17.30 WIB, Hadi sempat mengecek lokasi pembakaran. Saat itu, api terlihat sudah padam.

Advertisement

Namun, bara ternyata masih menyimpan panas. Sekitar satu jam kemudian, api kembali membesar dan menjalar ke kandang ayam.

Kobaran api membuat warga sekitar berdatangan membantu pemadaman. Laporan kemudian diteruskan ke Polsek Sidorejo dan petugas pemadam kebakaran.

Anggota Polsek Sidorejo bersama Damkar, BPBD Kota Salatiga dan warga langsung melakukan pemadaman serta pengamanan di sekitar lokasi.

Setelah berjibaku sekitar satu jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.30 WIB. Petugas juga memutus aliran listrik melalui MCB utama untuk mencegah risiko sengatan listrik selama proses penanganan.

Akibat kebakaran tersebut, kandang ayam seluas sekitar 18 meter persegi mengalami kerusakan. Sekitar 40 ekor ayam turut terdampak.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Upacara HUT RI di Sinoman Salatiga Bernuansa Wayang

Upacara HUT RI di Sinoman Salatiga Bernuansa Wayang

Peserta upacara mengenakan batik, lurik, blangkon, hingga kebaya. Yang menarik, petugas upacara juga tampil dengan kostum tokoh pewayangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer