Mudah Pahami Hitung Campuran dengan Metode Drill

156
Surahmat,S.S
Surahmat,S.S

  Oleh: Surahmat,S.S

Pembelajaran matematika perlu diajarkan dengan cara tepat dan melibatkan siswa secara aktif agar  memahami konsep dasar matematika yang  berguna untuk jenjang sekolah berikutnya. Di antara standar kompetensi mata pelajaran matematika kelas VI SD berdasarkan SI dan SKL adalah menghitung dan menyelesaikan masalah yang berkaitan operasi hitung campuran.

Kompetensi Dasar (KD) dari materi ini adalah menjelaskan dan melakukan operasi hitung campuran yang melibatkan bilangan cacah, pecahan dan/atau desimal dalam berbagai bentuk sesuai urutan operasi. Juga menyelesaikan masalah yang berkaitan operasi hitung campuran yang melibatkan bilangan cacah, pecahan dan/ atau desimal dalam berbagai bentuk sesuai urutan operasi.

Untuk materi, sebagian besar siswa kelas VI SD Jabungan belum menguasai konsep   menghitung dan menyelesaikan masalah yang berkaitan operasi hitung campuran. Hal ini ditunjukkan dengan adanya siswa yang salah dalam menghitung dan menyelesaikan masalah yang berkaitan operasi hitung campuran.

 

Selama ini, metode yang digunakan oleh guru monoton dan  tidak menyesuaikan  dengan materi yang diajarkan. Alternatif pemecahan yang dirasakan  cocok adalah menggunakan metode drill (latihan). Dalam penerapan metode ini diselingi dengan penjelasan –penjelasan yang bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa tentang cara menyimpan untuk penjumlahan, cara meminjam untuk pengurangan, dan konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang dan konsep pembagian sebagai pengurangan berulang dapat dipahami siswa.

Menurut Nana Sudjana (1989:87), metode drill adalah suatu kegiatan melakukan hal yang sama, berulang-ulang secara sungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperkuat suatu asosiasi/penyempurnaan suatu keterampilan agar menjadi bersifat permanen”. Ciri khas metode ini adalah kegiatan berupa pengulangan  dari suatu kegiatan yang sama. Bila situasi belajar itu diubah-ubah kondisinya, sehingga menuntut respons yang berubah, maka keterampilan akan lebih disempurnakan.

Menurut Siti Maryam (2010:17), operasi hitung campuran adalah menyelesaikan perhitungan yang terdiri atas perkalian, pembagian, penjumlahan dan pengurangan. Aturan pengerjaan operasi hitung campuran adalah: pertama, operasi di dalam tanda kurung didahulukan. Kedua, penjumlahan dan pengurangan sama kuat, jadi yang dikerjakan terlebih       dahulu adalah yang berada di sebelah kiri dengan cara dikelompokkan. Contoh: 450 – 150 + 100 = (450 – 150) + 100.

Ketiga, perkalian dan pembagian sama kuat, yang dikerjakan terlebih dahulu adalah yang berada di sebelah kiri dengan cara dikelompokkan.  Contoh: 4 x 5 : 2 = (4 x 5) : 2 = 20 : 2 = 10.

Keempat, perkalian/pembagian lebih kuat dari penjumlahan/pengurangan, yang dikerjakan terlebih dahulu adalah operasi perkalian/pembagian dengan cara dikelompokkan.    Contoh: 23 – 8 x 2 = 23 – (8 x 2) = 23 – 16 = 7.

Berdasarkan penelitian dapat ditarik simpulan bahwa pembelajaran model drill dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi operasi hitung campuran siswa  kelas VI SD Negeri Jabungan, Kota Semarang. (by1/aro)

 

Guru Kelas 6 SD Negeri Jabungan, Kota Semarang