Membuat Laporan Keuangan melalui Metode PBL

162
Rita Kumala Santi, S.Pd.
Rita Kumala Santi, S.Pd.

Oleh: Rita Kumala Santi, S.Pd.

 

RADARSEMARANG.ID,  Kualitas suatu bangsa dipengaruhi oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliknya. Salah satu upaya peningkatan kualitas SDM dapat dilakukan melalui pendidikan. Diharapkan dengan adanya SMK akan tercipta lulusan yang siap untuk bersaing serta mampu memenuhi kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Pelajaran di SMK yang diharapkan dapat mewakili ketrampilan berwirausaha bagi anak didiknya adalah produk kreatif dan kewirausahaan (PKK). Namun berdasarkan pengalaman guru selama mengajar mata pelajaran produk kreatif dan kewirausahaan di kelas XII AKL 2 SMKN Karangpucung dapat diketahui bahwa minat siswa dalam mengikuti pembelajaran PKK masih sangat kurang. Hal tersebut mengakibatkan kompetensi dalam membuat laporan keuangan menjadi kurang optimal.

Faktor lain penyebab rendahnya hasil belajar adalah media pembelajaran yang digunakan oleh guru selama ini. Seorang guru harus mampu menyesuaikan media dengan metode yang diterapkan agar tujuan hasil pembelajaran dapat tercapai. Penulis memilih model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam kegiatan pembelajaran PKK pada kompetensi membuat laporan keuangan.

Menurut Rais (2010: 8-9) langkah-langkah model pembelajaran PBL adalah sebagai berikut: Pertama, membuka pelajaran dengan suatu pertanyaan menantang (start with the big question). Pembelajaran dimulai dengan sebuah pertanyaan driving question yang dapat berupa penugasan pada peserta didik untuk melakukan suatu aktivitas.  Kedua, merencanakan proyek (design a plan for the project). Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial dengan mengintegrasikan berbagai subjek yang mendukung, serta menginformasikan alat dan bahan yang dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan proyek.

Ketiga, menyusun jadwal aktivitas (create a schedule). Guru dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Waktu penyelesaian proyek harus jelas, dan peserta didik diberi arahan untuk mengelola waktu yang ada. Keempat, mengawasi jalannya proyek (monitor the students and the progress of the project). Monitoring dilakukan dengan cara memfasilitasi peserta didik pada setiap proses. Dengan kata lain, guru berperan sebagai mentor bagi aktivitas peserta didik.

 

Kelima, penilaian terhadap produk yang dihasilkan (assess the outcome). Penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing-masing peserta didik, memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai oleh peserta didik, serta membantu guru dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya. Penilaian produk dilakukan saat masing-masing kelompok mempresentasikan produknya di depan kelompok lain secara bergantian. Keenam, evaluasi (evaluate the experience). Pada akhir proses pembelajaran, guru dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan.

 

 

Dengan melakukan kerja proyek berupa pembuatan laporan keuangan suatu usaha kecil, siswa ternyata dapat lebih mengerti dan paham bagaimana membuat laporan keuangan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah siswa yang nilainya mencapai di atas KKM. (by2/ton)

 

 Guru Produktif Kreatif dan Kewirausahaan SMK Negeri Karangpucung Kab. Cilacap