Belajar Relasi dan Fungsi dengan Wawancara

104
Afrida Handayani, S.Pd.
Afrida Handayani, S.Pd.

RADARSEMARANG.ID, Pada semester ganjil di kelas VIII terdapat materi relasi dan fungsi. Pada materi ini peserta didik banyak yang merasa kesulitan membedakan antara relasi dan fungsi. Relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah hubungan yang memasangkan anggota–anggota himpunan A dengan anggota–anggota himpunan B. Sedangkan fungsi atau pemetaan dari himpunan A ke himpunan B adalah relasi khusus yang menghubungkan setiap anggota himpunan A dengan tepat satu anggota himpunan B. Setiap fungsi pasti merupakan relasi, tetapi tidak semua relasi merupakan fungsi. Hal inilah yang kadang membuat peserta didik bingung dalam memahami relasi dan fungsi.

Dengan adanya permasalahan tersebut saya sebagai guru matematika di SMP Negeri 3 Gringsing ingin mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan teknik wawancara. Wawancara merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara nara sumber dan pewawancara. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi yang tepat dari narasumber yang terpercaya. Wawancara dilakukan dengan cara menyampaikan sejumlah pertanyaan dari pewawancara kepada narasumber. Dalam hal ini pewawancara maupun narasumber adalah dari peserta didik. Langkah awal yang dilakukan guru adalah membagi peserta didik dalam satu kelas menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 4 anak. Kemudian mereka secara bergantian menjadi pewawancara dan narasumber.

Pada pemahaman materi relasi, peserta didik melakukan wawancara dengan mengambil topik makanan kesukaan. Setiap kelompok melakukan wawancara mendata apa saja makanan kesukaan dari masing–masing anggota kelompok. Dari hasil wawancara diperoleh data setiap peserta didik menyukai satu atau lebih kesukaan. Data yang sudah diperoleh disajikan dalam bentuk diagram panah, diagram cartesius dan himpunan pasangan berurutan. Sedangkan pada materi fungsi peserta didik melakukan wawancara dengan mengambil topik ukuran sepatu atau hasil nilai penilaian harian. Dari hasil wawancara diperoleh data setiap peserta didik hanya memiliki satu ukuran sepatu ataupun hanya memiliki satu nilai. Data yang sudah diperoleh disajikan dalam bentuk diagram panah, diagram cartesius dan himpunan pasangan berurutan.

Setelah dianalisa dari hasil wawancara materi relasi dan fungsi dapat diketahui perbedaan keduanya. Jika relasi setiap anak bisa mendapatkan pasangan lebih dari satu dari setiap data. Sedangkan pada fungsi atau pemetaan setiap anak hanya mendapatkan satu pasangan saja. Dengan teknik wawancara seperti itu peserta didik semakin memahami bahwa relasi memasangkan anggota himpunan yang satu dengan anggota himpunan yang lain di mana boleh berpasangan lebih dari satu, sedangkan fungsi atau pemetaan memasangkan anggota himpunan yang satu dengan anggota himpunan yang lain yang hanya boleh satu pasangan saja tidak boleh lebih. Kegiatan wawancara yang dilakukan peserta didik sangat membantu pemahaman peserta didik tentang relasi dan fungsi.

Pembelajaran dengan wawancara dapat meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi relasi dan fungsi. Kelebihan lain yang didapatkan peserta didik adalah pembelajaran dapat diikuti dengan baik dan menyenangkan. Hasilnya, peserta didik bisa mendapatkan hasil penilaian harian yang melebihi KKM yang ditetapkan di SMP Negeri 3 Gringsing. (by2/ton)

 

Guru Matematika SMP Negeri 3 Gringsing Batang