Tingkatkan Pembelajaran Matematika dengan Metode Picture and Picture

212
Wiwi Hariyah, S.Pd
Wiwi Hariyah, S.Pd

Oleh : Wiwi Hariyah, S.Pd

 

RADARSEMARANG.ID, Dalam proses belajar-mengajar setiap guru ingin menyajikan pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan mudah dipahami murid-muridnya. Terutama mata pelajaran matematika. Selain  penampilan guru yang menarik saat di depan kelas maupun cara penyampaian materi yang akan diajarkan, juga metode  yang harus diberikan kepada muridnya.

Karena semua itu akan menghasilkan pembelajaran yang maksimal sesuai apa yang guru harapkan. Karena keberhasilan pembelajaran selain tergantung pada kemampuan guru, juga situasi kelas yang memungkinkan untuk siswa belajar.

Sebagai contoh bila murid-murid ditanya matematika itu mudah atau gampang, kebanyakan murid menjawab sulit, susah. Dan  bila ditanya pelajaran apa yang disukai pasti jawabanya PPKn, Bahasa Indonesia, menggambar, menyanyi dan lain sebagainya. Bukan pelajaran matematika yang disukai, ternyata  pelajaran matematikalah yang paling tidak disukai. Ini sungguh sangat memprihatinkan bagi kita semua sebagai guru. Pelajaran matematika seakan menakutkan bagi murid-murid. Maka perlu dimaklumi bila nilai matematikanya lebih rendah dibandingkan dengan nilai mata pelajaran yang lain. Karena murid-murid sudah diawali dengan rasa tidak suka.

Padahal pelajaran matematika merupakan suatu ilmu yang sudah terstruktur dan terorganisasi. Konsep-konsep dalam matematika tersusun secar hirarkis, logis dan sistematis (Suherman, 2010:25). Matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang harus diikuti dan dipelajari siswa di SD/MI agar siswa mampu memecahkan masalah yang ada dalam kehidupannya.

Maka sebagai seorang guru selain harus menanamkan konsep-konsep pembelajaran yang benar, juga harus mencari trik-trik apa, metode apa yang cocok saat pembelajaran matematika terutama untuk murid kelas 1 SD. Sehingga murid-murid menyukai pelajaran matematika.

Salah satu metode yang diterapkan oleh guru yaitu dengan Picture and Picture atau metode gambar. Misalnya pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan. Karena murid kelas satu juga masih menyukai gambar-gambar. Pada  metode Picture and Picture dibutuhkan kreativitas guru sehingga murid akan fokus memperhatikan saat pembelajaran. Dalam hal ini guru harus membuat dan menyiapkan beberapa gambar yang sesuai dengan materi tersebut. Misalnya gambar macam-macam buah, alat-alat kebersihan, bermacam-macam binatang, gambar alat tulis, perlengkapan olah raga dan sebagainya.

Juga membuat angka-angka   sesuai soal-soal yang dikehendaki saat murid maju ke depan kelas mengerjakan soal di papan tulis atau pada latihan soal di buku ulangan.

Dengan penggunaan metode Picture and Picture dalam pembelajaran matematika pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan  KD.3.4 yaitu menjelaskan dan melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan yang melibatkan bilangan cacah sampai 99 dalam kehidupan sehari-hari.

Serta mengaitkan penjumlahan dan pengurangan, dapat menjadikan proses pembelajaran semakin aktif dan murid-murid merasa senang dan tidak jenuh. Diharapkan murid-murid semakin menyukai dan menyenangi pelajaran matematika.

Setelah murid menyukai dan menyenangi pelajaran matematika terutama tentang penjumlahan dan pengurangan dengan metode Picture and Picture, dengan bimbingan guru, diharapkan saat diajarkan materi yang lain yang kaitannya dengan pelajaran matematika dan juga masih dengan gambar-gambar murid-murid sudah paham.

Misalnya pada materi menuliskan lambang bilangan dengan gambar, penjumlahan dalam bentuk soal cerita, penjumlahan dan pengurangan dengan kalimat matematika, menentukan nilai tempat (puluhan dan satuan).

Pembelajaran matematika dengan metode Picture and Picture yang penulis terapkan di kelas 1 SDN 03 Sikasur, menjadikan murid-murid menyenangi, menyukai, tidak takut lagi dengan pelajaran matematika. (pm 1/lis)

 

Guru SDN 03 Sikasur, Kabupaten Pemalang