Penguatan PAI dan Budi Pekerti melalui Pembiasaan Risalah Awal

163
Mohamad Yusup, S.Ag
Mohamad Yusup, S.Ag

Oleh: Mohamad Yusup, S.Ag

 

RADARSEMARANG.ID, Kini marak pemberitaan tentang kenakalan-kenakalan peserta didik yang semakin tak terkendali, sopan santun, unggah ungguh  yang menjadi ciri karakter bangsa kita sudah dilupakan, hilang tanpa bekas. Untuk itu dunia pendidikan sedang berbenah memperbaiki diri  di antaranya mencanangkan pendidikan karakter di berbagai lini dengan tujuan untuk memperbaiki karakter maupun meningkatkan keimanan guna membentengi peserta didik dari hal-hal negatif sebagai akibat dari globalisasi.

Kita tidak bisa mengambinghitamkan salah satu pihak misalnya peserta didik karena kenakalannya  adalah akibat dari kesalahan yang komplek sehingga peserta didik hanya sebagai korban. Misalnya orang tua yang terlalu sibuk bekerja sehingga anak terlupakan akan kasih sayang, mungkin juga kurangnya keteladanan di sekolah.

Kita sebagai guru harus mampu memberikan keteladanan dan  mengayomi sehingga menciptakan suasana sekolah yang humanis dan dikangeni oleh siswa. Proses pembelajaran senantiasa menyenangkan  dan kehadiran kita sebagai guru selalu ditunggu oleh siswa.

Pada dasarnya kewajiban menanamkan keimanan dan ketakwaan dilakukan oleh setiap orang tua dan keluarga. Sedangkan sekolah berfungsi untuk menumbuhkembangkan lebih lanjut dalam diri anak. Dan salah satunya adalah melalui pembiasaan risalah swal sebagaimana yang telah diprogramkan dan dilaksanakan di SMPN 2 Siwalan Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan risalah awal adalah program pembiasaan yang dilakukan secara terprogram dan terjadwal 15 menit sebelum pembelajaran jam pertama. Risalah awal adalah kegiatan bersama yang dilakukan oleh peserta didik dengan membaca buku Risalah Ta’liimul Mubtadi-iin Fi’Aqoidudin yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk Pendidikan Dasar dan Menengah. Buku Risaah Awal ini berisi tentang pelajaran akidah agama Islam di antaranya mengenal adanya  Allah dan Rosul-Nya dengan dalil-dalil aqli yang benar, sebagai dasar akidah islamiyah sehingga akan terbentuk karakter islami pada diri peserta didik. Program pembiasaan risalah awal ini merupakan imbauan dan ajakan dari Bupati Pekalongan. Mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama anak-anak TK hingga SMP/MTS untuk membaca dan menghafal. Harapannya akan terbentuk generasi muda yang memiliki pemahaman akidah islamiyah yan yang benar, merasa sebagai manusia yang diciptakan sehingga tidak muncul rasa sombong.

SMPN 2 Siwalan menindaklanjuti program bersama pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti ini yang dituangkan dalam program pembiasaan yang dilaksanakan di SMPN 2 Siwalan yang dilaksanakan selain bertujuan membentuk karakter peserta didik, meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT juga untuk dapat mengajak peserta didik membiasakan diri untuk membaca.

Jadi penanaman nilai-nilai karakter siswa selain dilakukan melalui pembelajaran di kelas, melalui keteladanan, juga melalui pembiasaan yang diprogramkan oleh sekolah. Yakni risalah awal yang dilakukan di SMPN 2 Siwalan yang merupakan salah satu kegiatan yang mendukung pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.

Tanpa di sadari kita telah menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik secara humanis dan menyenangkan sehingga hasil akhir akan tampak nyata pendidikan yang sebenar-benarnya. (pm1/lis)

 

Guru SMPN 2 Siwalan, Kabupaten Pekalongan