Dengan Unit Bisnis Sekolah, Akuntansi Itu Tidak Sulit

368
Oleh: Sri Makmuri TKM
Oleh: Sri Makmuri TKM

RADARSEMARANG.COM – SALAH satu asumsi yang sering dibuat tentang akuntansi sekaligus merupakan kesalahan adalah bahwa hal itu akan melibatkan matematika yang sangat sulit, jadi kita harus jenius dalam matematika. Pada kenyataannya matematika dalam akuntansi adalah matematika sederhana yang menggunakan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian dasar dengan sedikit aljabar.  Sebagaian besar akuntansi dihabiskan untuk melihat neraca, menggunakan matematika untuk menempatkan angka yang tepat ditempat yang tepat.

Cara terbaik mengajar akuntansi adalah pertanyaan yang selalu dicari jawabannya oleh setiap guru akuntansi.  Ada banyak cara yang baik untuk mengajar di kelas akuntansi, tetapi cara terbaik adalah teknik yang ditemukan oleh guru itu sendiri lewat  kerja keras dan kreativitas yang dikembangkan,  dan diperuntukan bagi sekolah sesuai dengan kondisi lingkugan dan sumber daya yang tersedia.

Pertama, menentukan gagasan mengajar. Gagasan mengajar dikembangkn atas dasar pemahaman yang mendalam terhadap psikologi siswa termasuk selera dan minat siswa. Dengan memahami psikologi siswa dapat dikembangkan gagasan mengajar yang sederhana dan mudah, suasana belajar yang menyenangkan sehingga memberi kesan yang kuat dalam benak siswa bahwa belajar akuntansi itu tidak sulit.

Guru dan masing-masing siswa berasal dari latar belakang budaya, pendidikan, dan status sosial ekonomi yang berbeda, beberapa siswa mungkin aktif dalam belajar sedangkan lainnya pasif, guru akuntansi sebaiknya harus merangkum topik dan konsep akuntansi yang sulit menjadi pertanyaan praktis yang sederhana sebelum memasuki kelas akuntansi.

Kedua, menciptakan lingkugan belajar yang sesuai dengan topik. Siswa tidak akan mengerti dan antusias dalam belajar jika mereka merasa bahwa sistem mengajar yang dipakai tidak sesuai dengn topik dan konsep akuntansi yang sedang di bahas. Di titik inilah guru bisa memikirkan peran yang krusial dengan merubah setingan kelas akuntansi menjadi suatu model transaksi bisnis lokal yang populer dan sangat familiar dengan kondisi siswa.

Dengan merubah setingan kelas akuntansi menyerupai situasi dari transaksi bisnis yang real, tidak saja membantu siswa menemukan hubungan yang nyata antara konsep akuntansi yang sedang dipelajari dengan situasi yang real di masyarakat tetapi juga membuat siswa mampu mengembangkan etika sosial dan bisnis yang membantu mereka mengembangkan karakter dan kepribadian karena hal ini sering menjadi kendala utama yang menyebabkan lulusan SMK tidak siap pakai.

Ketiga, melibatkan siswa dalam mengelola bisnis sekolah. Kreativitas adalah kunci untuk menjaga generasi saat ini terlibat dalam kelas, karena siswa saat ini memiliki lebih banyak gangguan yang bisa menghambat mereka untuk fokus pada pelajaran, bunyi ponsel dan berbagai fitur apikasi pada android mereka selalu jauh lebih kuat mencuri perhatian mereka dibandingkan harus memikirkan akuntansi yang kabur dan abstrak. Untuk membuat akuntansi  tidak kabur dan abstrak, selama dua dekade, Billie M. Cunningham, Ph.D., menggunakan sandwich selai kacang dan jeli untuk mengajarkan berbagai konsep di kelas akuntansi.

Di lingkungan sekolah SMK di Indonesa pada umumnya memiliki unit bisnis seperti minimarket, bank mini, koperasi  siswa, termasuk kantin kejujuran yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa akuntansi, terutama untuk pengenalan dan pemahaman akuntansi dasar.

Kantin kejujuran yang dikelola secara baik dapat memberi manfaat luar biasa bagi pengembangan kompetensi siswa walupun dalam banyak kasus ada kantin kejujuran yang tutup atau bangkrut, namun masalah ini  semata-mata lebih disebabkan oleh probem moral dan kejujuran yang kurang.

Dengan mengotimalkan unit bisnis yang ada di masing masing sekolah, pelajaran akuntansi menjadi lebih relevan, singkat dan menyenangkan, karena dikembangkan dari kebiasan dan rutinitas harian para siswa. (igi2/aro)

Guru SMK Negeri 1 Salatiga