Wajibkah Mengganti Nadzar yang Terlupakan?

391
tanya-jawab

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Bapak DR KH Ahmad Izzuddin M.Ag di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh Allah SWT. Dua Minggu yang lalu saya bernadzar, kalau nadzar terpenuhi, saya akan puasa sunah Senin-Kamis selama sebulan. Namun, kemarin Senin tahun baru saya lupa dan lalai. Jadi minggu ini hanya puasa Kamis saja. Pada Seninnya kelewat. Apakah berdosa saya jika terlewat? Dan bolehkah saya menggantinya setelah lewat sebulan? Terima Kasih. Demikian dari saya, terima kasih atas penjelasan dan jawaban bapak. Wassalamu’alaikum Warahmatullah

Nia, di Semarang 085764640xxx

Jawaban :

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Ibu Nia di Semarang yang saya hormati dan juga dirahmati Allah SWT. Perlu diketahui, bahwa nadzar adalah menetapkan ibadah yang tidak wajib di dalam syariat secara mutlak atau yang digantungkan pada sesuatu. Dalil tentang disyariatkannya nadzar serta wajib memenuhinya terdapat di dalam Alquran Surat Al-Insan ayat 7:

يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا

“Mereka memenuhi nadzarnya dan takut terhadap hari (kiamat) yang keburukan merata di mana-mana.”

Dalam ayat tersebut pada kalimat ‘yuufuuna bi nadzar” memiliki makna bahwa menepati nadzar adalah menetapkan ibadah kepada Allah SWT, yaitu dengan menunaikan sesuatu kewajiban yang dilakukan oleh dirinya sebagai sarana ketaatan kepada Allah (Tafsir al Munir karya Wahbah Zuhaili).

Lalu, bagaimana syariat Islam memandang ketika seorang nadzar puasa Senin-Kamis selama sebulan, kemudian pada suatu hari dia tidak menunaikan karena lupa?

Ketika seseorang nadzar puasa Senin-Kamis, kemudian ia pada suatu hari tidak berpuasa disebabkan tidak adanya udzur maka berdosa dan ia wajib qodho’ (mengganti) puasa tersebut dengan tanpa adanya perbedaan pendapat di kalangan para ulama.