Monika Bangga Tampil di SEA Games

363
Monika Laras Ratri Ardiana. (ISTIMEWA)
Monika Laras Ratri Ardiana. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, PENCAPAIAN tertinggi seorang atlet adalah ketika dapat mengikuti kejuaraan internasional bergengsi. Hal itulah yang dirasakan Monika Laras Ratri Andriana. Atlet softball kebanggaan Jawa Tengah ini menjadi satu-satunya atlet softball Jateng yang masuk dalam Pelatnas SEA Games 2019 Filipina.

Monika, panggilan akrabnya, mengaku bersyukur dapat mewakili Jateng masuk dalam Timnas softball SEA Games. Jika mengingat perjuangannya, gadis asli Wonogiri ini telah menempuh waktu yang lama untuk mencapai tahap tersebut. Dirinya bahkan merelakan masa remajanya untuk bersenang-senang demi berlatih untuk meraih prestasi dan membanggakan Indonesia khususnya Jawa Tengah.

“Yang pasti seneng bisa masuk skuad Softball  SEA Games. Apalagi ini pertama kali bagi saya. Ini akan jadi pengalaman berharga bagi saya,” ujar gadis kelahiran 18 Juni 1987 tersebut.

Dirinya menceritakan tidak mudah masuk dalam Pelatnas Softball. Dirinya beserta atlet lain harus menjalani proses seleksi super ketat untuk memilih 18 atlet yang masuk ke SEA Games. Porsi latihan yang tinggi, ditengah terik matahari bukan hal asing baginya. Selain itu pikirannya tidak fokus ke SEA Games saja. Namun juga ke persiapan PON Papua 2020. Itu menjadi tantangan besar.

Namun Tuhan mempunyai rencana sendiri, ketika ia diberikan kesempatan lolos seleksi super ketat tersebut. Dan bersama dengan 18 anggota timnas Softball terpilih, ia akan berusaha  memenuhi target dan mempersembahkan medali emas bagi tim Softball Putri Indonesia

“Saya sadar persaingan SEA Games itu lebih kompetitif karena tarafnya sudah internasional yakni se Asia Tenggara. Maka dari itu saya akan mengerahkan seluruh kemampuan dan pengalaman saya untuk untuk dapat bersaing dengan atlet mancanegara lainnya agar dapat meraih emas bagi Indonesia,” lanjut gadis lulusan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.

Terkait target jangka dekat pihaknya akan fokus lebih untuk persiapan SEA Games 2019. Baru setelah gelaran ajang dua tahunan tersebut berakhir, pihaknya akan melanjutkan fokus untuk dapat berjuang dalam penyelenggaraan PON 2020, di Papua.

“Satu-satu dulu. SEA Games dulu baru PON. Saya latihan menurut event terdekat dulu. Sehingga saya bisa lebih fokus melihat tujuan. Daripada mikir banyak malah tidammk terealisasi semuanya,” pungkasnya. (akm/bas)