Usir Stres dengan Menggambar

98
Eka Yuliana. (DOKUMEN PRIBADI)
Eka Yuliana. (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.ID, Setiap orang pasti memiliki cara dan metode tersendiri untuk melepaskan diri dari stres. Termasuk dara satu ini. Bagi Eka Yuliana, menggambar merupakan cara dirinya melepas stres. Ia dapat menuangkan segala kegundahan hatinya melalui goresan pensil dalam sebuah kertas gambar yang selalu berada dalam kamarnya. Tak terhitung banyaknya kertas gambar yang telah ia hasilkan sejak dirinya menggeluti hobi menggambar sejak SD.

Bagi gadis kelahiran 22 Juli 1996 tersebut, tidak ada patokan teknik atau tema yang ditetapkan dirinya dalam menggambar. Semua gambar baik yang berupa pemandangan, simetris, karikatur maupun abstrak dapat dibuatnya. Yang terpenting gambar tersebut dapat menyalurkan isi hati yang dirasakan ketika menggambar.

“Yang namanya hidup pasti ada suka duka. Apalagi menjalani rutinitas pekerjaan yang setiap hari sama. Pasti jenuh dan stres. Nah kalau sudah pikiran lelah biasanya saya menggambar. Apa saja bentuknya. Penting mewakili stres saya. Setelah menggambar biasanya langsung lega. Stres tersebut keluar bersama goresan gambar tersebut,” ujar putri sulung dari dua bersaudara tersebut.

Ia menambahkan, meskipun tidak ada tema tertentu, namun dirinya memiliki kecenderungan untuk menggambar komik. Karena melalui komik tersebut dirinya dapat menceritakan permasalahannya melalui tokoh yang digambar. Disertai dengan percakapan antartokoh, dirinya membayangkan seperti memutar kembali kejadian yang dialami hari itu. Sekaligus dapat mengatur akhir cerita komik sesuai dengan yang diinginkan. Bila hari yang dilalui berakhir buruk, dirinya dapat mengubah akhir cerita menjadi baik dan menyenangkan dalam komik yang digambar.

“Komik tersebut semacam mengalihkan rasa sedih. Dunia memang tidak ideal. Dan saya menyadari hal tersebut. Karena itu guna menciptakan dunia yang ideal seperti yang saya bayangkan, saya suka menggambar penokohan komik yang menceritakan kehidupan sehari-hari saya. Jika hari berakhir buruk, maka saya ganti menjadi baik. Sehingga saya bisa melalui hari lebih positif dan tidak memikirkan permasalahan hari itu secara berlarut-larut,” lanjut gadis lulusan Politeknik Negeri Semarang (Polines) tersebut. (akm/aro)