Cintai Gitar Klasik

93
Milkha Azalia.(Nurchamim/RADARSEMARANG.ID)
Milkha Azalia.(Nurchamim/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR, belajar dan terus belajar. Itulah yang dilakukan Milkha Azalia, pecinta gitar klasik asal Semarang. Dan itulah yang ingin ia tularkan pada perempuan-perempuan lain yang ingin bisa memainkan gitar klasik.

Perempuan kelahiran Semarang, 8 juni 1995 ini menyukai gitar klasik karena dinilai simpel. Hanya dengan satu alat musik, ia bisa menghasilkan melodi, rhythm, dan bass secara bersamaan.

Milkha mengatakan, memang susah-susah gampang untuk memainkan gitar klasik. Namun semua tidak jadi masalah, jika mau terus belajar. Sampai kapan? Tidak ada patokan waktu. Karena untuk bermain gitar klasik memang perlu terus mengasah kemampuan.

”Intinya konsisten belajar. Menggunakan waktu secara efektif dan tetap bersemangat,” ujar perempuan yang juga mengajar di sejumlah tepat les ini.

”Terus belajar sampai tidak bisa belajar,” imbuhnya menekankan.

Sayangnya, dikatakan alumnus Seni Pertunjukan UKSW ini, banyak perempuan yang takut untuk belajar gitar. Banyak yang menganggap belajar gitar itu cenderung maskulin dan terlihat susah.

”Selain itu, banyak yang mengeluh jarinya sakit ketika memulai belajar gitar,” ujarnya menceritakan.

Padahal, penggemar Ana Vidovic ini berpendapat, musik itu tidak ada hubungannya dengan gender. Asalkan ada niat dan kemauan keras, semua pasti bisa memainkan gitar. Tak terkecuali perempuan.

”Bahkan sekarang banyak gitaris-gitaris perempuan yang kemampuannya tidak kalah dari gitaris pria,” ujarnya meyakinkan.

Perempuan yang menyukai lagu-lagu klasik dan jazz ini berharap ke depan akan lebih banyak lagi yang mengenal, mempelajari dan terlebih mengapresiasi permainan gitar klasik. Sebab, minat kepada alat musik ini saat ini dilihatnya belum banyak.