Humas dalam Membangun Karakter

156
Khusnul Khotimah, SH., M.PdI. (Dokumen Pribadi)
Khusnul Khotimah, SH., M.PdI. (Dokumen Pribadi)

Oleh: Khusnul Khotimah, SH., M.PdI

 

RADARSEMARANG.ID, HUMAS dalam setiap sektor baik pemerintahan maupun swasta harus berkarakter. Humas saat ini diharapkan tidak hanya harus tampil terdepan mengklarifikasi jika muncul sebuah permasalahan. Karakter yang harus dimiliki humas adalah mampu mendengar. Seorang humas tidak harus melulu banyak bicara namun harus memiliki kemampuan mendengar keluhan dan masalah yang terjadi. Kemampuan mendengarkan permasalahan merupakan hal yang tidak mudah karena dibutuhkan pula rasa empati untuk turut memahami permasalahan yang sedang terjadi. Mendengarkan terlebih dahulu masalah atau keluhan kemudian menyimaknya dengan baik akan membuat humas merasakan bagaimana posisi diri ketika menghadapi permasalahan tersebut.

Humas harus berkarakter persuasif, mampu mengajak dan mengarahkan orang. Karakter persuasif tidak sekedar menyampaikan informasi kepada publik untuk menumbuhkan pemahaman mengenai sesuatu masalah, tetapi terdapat aspek membujuk, merayu, dan meyakinkan kepada publik agar bisa mengubah sikap dan perilaku. Ciri khas karakter persuasif ini tentu saja selaras dengan aktivitas yang perlu dilakukan oleh humas saat melaksanakan tugasnya.

Kreatif merupakan salah satu karakter humas yang tidak kalah pentingnya. Humas harus memiliki perhatian yang detail terhadap suatu informasi. Humas dituntut untuk penuh dengan gagasan atau ide-ide cemerlang serta kreatif. Oleh karena itu humas harus memiliki wawasan yang luas. Tak hanya itu humas juga harus memiliki kemampuan sebagai problem solver dimana bila ada masalah menghampiri, serumit apapun itu, humas harus bisa menemukan alternatif solusinya. Humas juga harus menginspirasi tumbuhnya ide-ide kreatif sehingga memberikan ide baru dalam bentuk konten yang kreatif.

Karakter humas yang selanjutnya adalah terbuka terhadap kritik. Sikap membuka diri terhadap kritik dari publik, termasuk membuka dialog, melakukan komunikasi dan melibatkan publik dalam kegiatan humas merupakan “is a must” sehingga humas dapat mengembangan tatanan publik dengan informasi yang sehat. Humas tidak hanya sebagai corong lembaga semata, akan tetapi juga menjadi media komunikatif yang menghubungkan lembaga dan publik sehingga menghasilkan timbal-balik yang positif dan saling menguntungkan.

Karakter humas yang menarik akan membuat humas mampu menghadapi tantangan dalam membangun sistem informasi dan komunikasi publik berkualitas dan proporsional dalam hal keberhasilan teknologi informasi. Humas diharuskan mampu mengemas sistem pengelolaan dan pengemasan informasi yang dibutuhkan publik, akurat, dan menarik. Harapannya dengan adanya informasi yang sesuai dengan kebutuhan publik dan acceptable maka kepuasan publik bisa tercapai.

Seiring dengan perkembangan teknologi era digital dan keterbukaan informasi publik, peran humas semakin strategis. Sebagai komunikator publik, fungsi humas arus mensosialisasikan kebijakan lembaga, memberikan pelayanan, menyebarluaskan pesan atau informasi serta mengedukasi publik mengenai kebijakan hingga program-program kerja lembaga kepada publik. Humas juga bertindak sebagai mediator yang proaktif dalam menjembatani kepentingan instansi di satu pihak, dan menampung aspirasi serta memperhatikan berbagai keinginan publik dilain pihak, dan berperan menciptakan iklim yang kondusif.

Humas berkarakter harus mampu membangun sinergi agar komunikasi publik yang dilakukan mampu membangun kepercayaan publik yang lebih baik. Komunikasi publik yang efektif menjadi tantangan yang dihadapi humas. (*/zal)

 

Humas Kementerian Agama Salatiga