Beranda Rubrikasi Konsultasi Kesehatan Banyak Pikiran, Ereksi Terganggu

Banyak Pikiran, Ereksi Terganggu

0
Banyak Pikiran, Ereksi Terganggu

Tanya dr Andi:

Akhir-akhir ini saya banyak pikiran akibat tekanan di tempat kerja maupun di rumah. Akibatnya ereksi saya terganggu, sulit untuk keras secara maksimal. Padahal usia saya baru 32 tahun. Saya tidak punya sakit gula atau darah tinggi, dan tidak merokok. Apakah ini bisa diatasi dok? Terimakasih.

(R di Smg)

Jawab dr Andi:

Stres yang dialami oleh seseorang disebabkan oleh faktor yang berbeda-beda. Namun dari berbagai penyebab tersebut dapat digolongkan menjadi dua, meliputi faktor internal dan eksternal.

Faktor internal (dari dalam diri sendiri). Pertama, stres semacam ini muncul atas dasar diri seseorang yang bersangkutan. Hal ini kadang meliputi tentang harapan-harapan tidak realistis jika dibandingkan dengan kemampuan diri sendiri di saat itu.

Kedua, perubahan secara tiba-tiba juga kerap kali memunculkan stress bagi seseorang, misalnya kondisi finansial memburuk. Ketiga, alasan pribadi seringkali menjadikan seseorang stres adalah kondisi dimana ketika mereka merasa khawatir atas berbagai ketidakpastian permasalahan hidup seperti hutang dll.

Sedangkan faktor eksternal, disebabkan perasaan tertekan oleh faktor eksternal yang ditimbulkan dari perbedaan persepsi dalam melihat orang lain maupun kondisi di luar dirinya. Seperti lingkungan kerja kurang kondusif dan adanya perselisihan. Bekerja pada bagian tugas dengan risiko tinggi juga dapat menjadi sebab seseorang mengalami stress.

Secara umum, cirri-ciri stres atau orang yang banyak beban pikiran mempengaruhi masalah seksual. Seperti, malas untuk berhubungan intim dengan pasangan, kualitas ereksi menurun, susah tidur, nyeri kepala, tekanan darah tinggi, dan susah konsentrasi.

Dalam jangka panjang, stres akan menurunkan level hormon testosteron. Pada dasarnya, ketika level testosteron berkurang akan ada dampak yang muncul, di antaranya adalah disfungsi seksual, disfungsi ereksi, dan penurunan libido/gairah. Jika suami merasa gagal dalam pekerjaan, maka ia merasa harus berhasil dalam hal lainnya, seperti hubungan seksual, sehingga ia punya tuntutan yang sangat besar pada saat mau berhubungan seksual. Tanpa suami sadari, tuntutan itu justru membuatnya jadi tambah stres lagi yang pada akhirnya menjadi depresi. (www.dokterAndi.com)

Kepustakaan:

F Hedon. Anxiety and erectile dysfunction: a global approach to ED enhances results and quality of life. International Journal of Impotence Research (2003) 15, Suppl 2, S16–S19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.