Beranda Rubrikasi Inspirasi Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Hadi Santoso: Siap Jadi Genter dan Kongkonan Rakyat

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Hadi Santoso: Siap Jadi Genter dan Kongkonan Rakyat

0
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Hadi Santoso: Siap Jadi Genter dan Kongkonan Rakyat

RADARSEMARANG.ID, Sosoknya sangat familiar. Kiprahnya sebagai wakil rakyat yang memperjuangkan hak-hak rakyat sudah tidak diragukan. Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng ini tidak pernah berhenti untuk mengabdikan hidupnya untuk masyarakat.

HADI SANTOSO sudah tiga periode berkantor di Gedung DPRD Jawa Tengah. Pada periode pertama ia menjabat selama 2011-2014 karena ada pergantian antar waktu (PAW). Sedangkan pada periode 2014-2019 dan 2019-2024, Hadi menjadi pengumpul suara terbanyak dari PKS di daerah pemilihannya.

Ia selalu mendorong agar infrastruktur di Jateng benar-benar bagus. Ketika infrastruktur bagus, maka bisa menjadi akses utama dan menopang perekonomian terutama di daerah-daerah pelosok.

Sosok alumni Teknik Sipil Universitas Diponegoro ini sangat sederhana dan low profile. Sebagai wakil rakyat ia berkomitmen untuk menjadi genter-nya orang desa. Baginya, DPRD itu substansinya kongkonan dan genter bagi para pemilihnya.

“Masyarakat itu ndoro saya, mereka boleh memerintah apa saja, selama saya bisa ya harus dilaksanakan,” kata Hadi Santoso sambil tersenyum.

Lelaki kelahiran Wonogiri, 24 April 1980 ini menambahkan, kongkonan berarti anggota DPRD harus siap setiap saat jika mendapatkan tugas untuk mengawal harapan masyarakat. Selain itu juga selalu siap membantu kesulitan masyarakat. Sedangkan genter berarti menjadi alat advokasi anggaran dan kebijakan masyarakat desa. “Filosofinya, kalau kita mau ambil mangga matang di pohon, ada 3 cara. Nunggu sampai jatuh, menunggu dimakan codot atau kelelawar dan yang terakhir pakai galah atau genter. Nah Dewan itu genter untuk nyonggek kebijakan atau anggaran bagi masyarakat desa,” ujarnya.

Politisi PKS ini menambahkan, desa harus bisa pusat pertumbuhan dan pembangunan di Jateng. Baik sektor ekonomi, kemajuan pendidikan dan sebagainya. Kesempatan sudah sama, akses informasi sudah sama dan dana desa juga besar. “Saya optimistis desa akan menjadi pilar utama kesejahteraan masyarakat. Dan ini akan saya kawal seterusnya,” lanjutnya.

Suami dr Erna Mirani ini merupakan peraih suara terbanyak Legislator PKS dalam Pileg 2019. Ia mewakili Daerah Pemilihan VI Jawa Tengah (Kabupaten Wonogiri, Karanganyar, Sragen). Niat tulusnya ingin membangun dan mensejahterakan masyarakat Jawa Tengah. Hal tersebutlah yang menjadi visi dan misi dirinya kembali mengemban amanah duduk di parlemen. “Kami ingin memberi manfaat yang lebih banyak bagi masyarakat,”tandasnya.

Secara khusus, Hadi memiliki evaluasi perjalanan Pemprov Jateng selama beberapa tahun belakangan. Salah satunya terkait fungsi kedewanan yang perlu ditingkatkan. Fungsi check and balancing dengan pemerintah perlu ditingkatkan. “Kami juga berharap sistem pemerintahan yang lebih berpihak pada masyarakat dalam aturan maupun anggaran,” kata.

Selain itu, Hadi juga berharap ke depan perlu lebih berani untuk berinovasi dalam menyelesaikan masalah, bukan sekadar struktural namun lebih pada substansi masalah. “Bukan hanya seremoni saja berpihak, tapi inti masalahnya harus selesai. Saya berangkat dari kabupaten yang sulit air, bukan hanya dropping, tapi harus ditemukan akses air baku yang permanen,” lanjutnya.

Secara khusus, Hadi berharap masyarakat mengingatkan dirinya jika mulai tidak berpihak untuk rakyat. “Ingatkan saya jika mulai tidak berpihak pada rakyat, bantu saya jika dirasa ada manfaat bagi rakyat,” ujarnya. (miftahul.a’la/ton)