Ajak Lansia tetap Bahagia dengan Kegiatan Positif

Ester Karsini, Warga Bangetayu Wetan Peduli dengan Lansia

151
PELATIHAN: Ester Karsini saat memberi pelatihan kerajinan membuat tas kepada lansia dan ibu-ibu di lingkungan rumahnya. (kanan)  Ester Karsini aktif senam bersama anggota PWRI. (DOKUMEN PRIBADI)
PELATIHAN: Ester Karsini saat memberi pelatihan kerajinan membuat tas kepada lansia dan ibu-ibu di lingkungan rumahnya. (kanan)  Ester Karsini aktif senam bersama anggota PWRI. (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.ID, Bagi Ester Karsini S.Th, hari tua harus tetap bermanfaat bagi orang lain. Anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) ini sangat peduli dengan para lansia. Ia mengajak para lansia dengan aktivitas positif.

NORMA SARI YULIANINGRUM, RADARSEMARANG.ID

USIA hanyalah soal angka.  Tak ada usia yang terlalu muda atau terlalu tua untuk seseorang bisa berbuat kebaikan. Ester Karsini telah membuktikannnya. Usia yang telah menginjak angka 68 tak menyurutkan semangatnya untuk terus berbagi.

Pagi itu, beberapa kali tawa renyahnya memecah sepi. Ia bercerita tentang banyak hal sambil bergurau sementara ke dua tangannya sibuk menyulam tali kor menjadi sebuah tas. Ya, ia sangat mahir dalam bidang kerajinan serupa ini. Sebuah keahlian yang kemudian ia tularkan pada banyak orang. Termasuk kepada para lansia di lingkungan rumahnya di Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Semarang.

Tergabung di dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) membuat Ester memiliki wadah di dalam berbagi. Berangkat dari keresahannya sebagai seorang lanjut usia (lansia) yang merasa bosan menghabiskan waktunya dengan berdiam diri, ia kemudian  mengadakan beberapa kegiatan. Pensiunan guru SD ini berupaya untuk menyejahterakan dan membahagiakan para lansia.

Tak hanya lansia anggota PWRI, namun juga seluruh lansia yang dikenalnya. Salah satu kegiatan positif yang ditularkan kepada sesama lansia adalah memberikan pelatihan kerajinan membuat tas. Kegiatan sederhana, namun sukses membuat para lansia terhindarkan dari rasa penat.

Tak hanya aktif memberikan pelatihan kerajinan tangan, Ester juga mengadakan senam untuk lansia. Baginya, hal penting yang harus diperhatikan oleh lansia adalah masalah kesehatan.

“Saya yang datangkan instrukturnya, saya yang kasih arahan ke instruktur juga tentang senam apa saja yang harus diberikan. Walau yang ikut tidak selalu banyak, tapi saya tidak pernah bosan mengajak teman-teman untuk menyempatkan waktunya,” ujar ibu tiga anak ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (6/11).

Seperti tak kehabisan akal dan tenaga, Ester juga mengadakan aksi sosial. Ia mengumpulkan iuran dari seluruh anggota PWRI untuk kemudian disumbangkan ke Panti Jompo Werdha Rindang Asih. Ia mengaku tak mau merasakan kebahagiaan itu seorang diri. Semua lansia berhak berbahagia. Sudah banyak kegetiran yang mereka lalui di dalam hidup, sudah sepantasnya lansia menghabiskan hari tuanya dengan nyaman dan tentram.

Semua yang telah dilakukan Ester tak ayal mendapat respon positif dari Ny Mulyadi, salah seorang tetangga. Ia mengungkapkan bahwa Ester tak ubahnya cahaya bagi masyarakat di Kelurahan Bangetayu Wetan. “Berkat Bu Ester, kini banyak lansia yang tergerak untuk aktif berolahraga dan memiliki kesibukan lagi. Beruntung kami memilikinya,” ungkap wanita berusia 50 tahun ini.

Sudah banyak yang Ester lakukan untuk lansia. Namun langkahnya tak berhenti sampai di sini. Ia telah merencanakan program di tahun mendatang untuk menghadirkan dokter ahli dari Singapura. Nantinya dokter akan memberi sosialisasi sekaligus cek kesehatan untuk 100 sampai 150 lansia tanpa dikenakan biaya. (*/aro)