Cafe Kopi Gerobak Anti Mainstream

306

PEKALONGAN – Radarsemarang.id – Siang itu suasana Kota Pekalongan cukup panas terik. Saat melintas di Kompleks Jatayu (Kompleks bangunan kuno di Kota Pekalongan), tepatnya di pinggir sungai Loji yang menghitam, sekilas mata ini tertuju pada gerobak kopi.

Dari jarak jauh tampilannya beda dengan gerobak penjual kopi kaki lima biasanya. Nampak dengan jelas, menunjukkan kelas sebuah café kopi. Dengan peralatan meracik minuman kopi yang komplit.

‘Welling Coffee, Kopi lokal Pekalongan’, tertulis tegas di salah satu sudut gerobak kayu.

Motor saya parkir, tidak jauh dari gerobak, saya pilih tempat yang teduh agar nyaman.

“Monggo mas, mau kopi apa. Saya sedianya kopi lokal,” sapa Lutfiyadi alis welling, pemilik gerobak coofe shop ramah.

Beberapa kursi dan meja plastic sederhana, sudah disediakan di pinggir sungai Loji.

Akhirnya kopi Robusta asal Pekalongan jadi pilihan saya untuk disajikan. Saya request V60, agar tinggal sruput.

Ternyata walaupun hanya Cafe jalanan Disajikan di sebuah gerobak dengan bahan kopi lokal dia memperlakukannya seperti barista profesional pada umumnya berbagai macam tata cara menyeduh kopi yang benar dia praktekkan dengan baik.

Dengan sigap, tangan trampil Welling menakar bubuk kopi diatas timbagan elektronik, setelah di bawahnya ditaruh paper filter. Setelah cukup sesuai takaran, tangan kannya mengambil air mendidih dari atas kompor. Di pindah di alat seduh khusus, setelah sesuai suhu yang diinginkan (sambal melirik thermometer). Pria asli Pekalongan ini mulai menyeduh air diatsa paper filter dengan berlahan. Cairan hitam pekat, berlahan menetes menuju cangkir kaca dibawahnya. Lambat laun semakin penuh dengan minuman kopi.