Berusaha Datang Paling Pagi, Pulang Pulang Akhir

Suyudi, Kepala SMP Negeri 3 Salatiga yang Berdedikasi Tinggi

734
RAMAH: Suyudi selalu menyempatkan diri membaca dan menulis di tengah kesibukannya sebagai Kepala SMPN 3 Salatiga. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAMAH: Suyudi selalu menyempatkan diri membaca dan menulis di tengah kesibukannya sebagai Kepala SMPN 3 Salatiga. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SMP Negeri 3 Salatiga merupakan salah satu sekolah favorit di Kota Salatiga. Peningkatan prestasi di tiga tahun terakhir sangat terasa, salah satu penyebabnya adalah upaya kepala sekolah Suyudi MPd yang aktif memberikan motivasi. Seperti apa

DHINAR SASONGKO, Salatiga

RADARSEMARANG.COM – TIDAK sulit untuk mencari sekolah ini meski tempatnya tergolong ‘nylempit’. SMP Negeri 3 Salatiga berada di Jalan Stadion Kridanggo. Sesuai dengan namanya, sekolah ini memang berada di samping lapangan sepakbola Kridanggo dan tidak jauh dari RSUD Salatiga.

Di lokasi, untuk bertemu dengan kepala sekolah tidak ada birokrasi yang berbelit. Suyudi memang dikenal ramah dan terbuka. Saat ditemui wartawan, ia terlihat sedang membaca dan menandatangani beberapa berkas yang di hadapannya.

Monggo silakan duduk,” sambut Suyudi mempersilakan Jawa Pos Radar Semarang. Tak berapa lama, bapak tiga anak ini pun mulai menceritakan kegiatannya. Saban hari, ia selalu berusaha datang paling pagi ke sekolah, dan pulang paling akhir. Hal itu dilakukan sebagai upaya menunjukkan dedikasi yang tinggi kepada sekolah.

“Saya berusaha memberikan yang terbaik. Salah satunya berusaha memberikan layanan maksimal. Bentuknya adalah kesiapan di sekolah dengan datang paling pagi dan pulang paling akhir. Sehingga semua jika ada keperluan atau koordinasi mudah untuk menemui,” terang suami dari Tri Wahyu Estiningsih, yang juga seorang pendidik di SMP Negeri 10 Salatiga ini.

Berbincang mengenai pendidikan, Suyudi adalah salah satu yang berkompeten. Ia sudah menjadi pengurus PGRI selama kurang lebih 8 tahun. Kemudian menjadi Ketua MGMP IPA SMP selama tiga periode dan kini menjabat sebagai Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Salatiga.

“Sebenarnya pendidikan di Kota Salatiga sudah sangat maju. Buktinya output SD di Salatiga mendapatkan peringkat pertama di Jawa Tengah, dan untuk SMP mendapatkan peringkat kedua,” terang Suyudi.

Sehingga untuk meraih prestasi, sekolah hanyalah memaksimalkan potensi yang sudah ada. Untuk SMP Negeri 3, di bidang non akademik, ada siswa yang sudah menjadi atlet dan berprestasi di tingkat internasional,  yakni Rike Febrianti, peraih medali di bidang atletik. Kemudian perpustakaan di sekolahnya menyabet juara pertama di Jawa Tengah berdasar kelengkapan buku serta sarana sistem digital. Selain itu salah satu guru, yakni Retno Setyowati meraih prestasi pustakawan nasional 2017 lalu.

“Sementara untuk prestasi akademik, ada peningkatan signifikan. Saat saya mengampu kepala sekolah 2015, SMP 3 berada di posisi ketujuh, dan tahun 2017 sudah menduduki peringkat ketiga dari seluruh sekolah negeri di Kota Salatiga,” papar pria kelahiran Salatiga,
11 Agustus 1966 ini.

Salah satu kunci keberhasilan itu adalah keseriusan dalam menghadapi semua persoalan yang ada. Dan di sela waktu yang dimilikinya, Suyudi menghabiskan dengan menulis buku. Ia sudah
memiliki dua buku pelajaran IPA karyanya. Tidak ketinggalan tulisan mengenai PTK. Bahkan salah satu tulisan PTK miliknya menyabet juara III tingkat Provinsi Jateng pada 2013. Prestasi yang diperoleh saat itu adalah model pembelajaran dengan permainan monopoli.

Pria yang gemar bermain badminton ini berharap ke depan semakin banyak prestasi yang bisa direngkuh. Hanya saja, sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini menjadi salah satu perhatian serius.(*/aro)