Kerap Menolak Tamu Pria-Wanita Bukan Pasangan Resmi

Martin Setiawan, Pemeluk Nasrani Pemilik Hotel Syariah di Salatiga

1287
Martin Setiawan (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Martin Setiawan (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Hotel syariah identik dengan umat muslim. Namun hotel syariah Oemah Djari di Salatiga ini pemiliknya beragama nasrani. Dialah Martin Setiawan Ia menganggap konsep syariah bertujuan baik dan tidak bertentangan dengan agama yang dianutnya.

DHINAR SASONGKO, Salatiga

MENUJU hotel syariah ini memang belum ada petunjuk arahnya. Letaknya berada di tengah permukiman penduduk. Akses masuknya melalui sebelah SPBU Soka di Jalan Diponegoro. Tepatnya di Jalan Merdeka Selatan, Soka, di samping rumah pribadi Wali Kota Salatiga Yuliyanto.

Siang kemarin, beberapa mobil terlihat terparkir di halaman hotel sekaligus rumah makan tersebut. Hotel dan rumah makan ini memang belum lama dibuka di Salatiga. Namun keberadaan hotel dan restoran Oemah Djari ini sudah menyita perhatian warga. Kebetulan hotel yang dikelola Martin Setiawan ini berkonsep syariah. Padahal Martin sendiri pemeluk agama Kristen Protestan.

“Dalam pengelolaan hotel ini, saya sharing dengan saudara saya yang muslim. Dia yang paham konsep syariah,” ujar Martin saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dijelaskan pria kelahiran 19 Maret 1981 ini, ketertarikan dengan konsep syariah adalah pada tujuan akhirnya. Menurut pria asli Salatiga ini, jika ingin mendapatkan uang yang halal, tentu harus diperoleh dengan cara yang halal pula. Maksudnya, ia tidak menginginkan penginapan yang dikelolanya dipergunakan untuk hal – hal negatif.

“Sejak dari awal, jika ada tamu pria dan wanita ada yang hendak menginap, syarat utamanya adalah kartu identitas seperti KTP keduanya beralamat sama. Jika tidak ada, maka harus ada kartu keluarga atau surat nikah,” jelas bapak dua anak ini.

Selain itu, makanan dan minuman yang disajikan semuanya dijamin halal. Di hotel ini juga disediakan fasilitas musala.