Modal dari Tabungan, Omzet Rp 1 Juta per Hari

Dua Mahasiswa Rintis Bisnis Kuliner Bola Ubi Kopong “Bobipong”

1381
ENTREPRENEUR MUDA: Ricky Sanjaya dan Kevin Dendy bersama temannya (DOKUMEN PRIBADI).
ENTREPRENEUR MUDA: Ricky Sanjaya dan Kevin Dendy bersama temannya (DOKUMEN PRIBADI).

Saat ini, Ricky Sanjaya dan Kevin Dendy tengah menimba ilmu di Jakarta. Namun sejak awal tahun ini, ia membuka bisnis kuliner bola ubi kopong atau Bobipong di kota kelahirannya, Semarang. Seperti apa?

YOBELTA KRISTI AYUNINGTYAS

MERINTIS bisnis baru yang produknya masih belum familiar di masyarakat memang tidak mudah. Ditambah lagi bisnis tersebut harus dikelola secara jarak jauh oleh dua mahasiswa ini, Ricky Sanjaya, 21, yang mengambil studi di Universitas Multimedia Nusantara Jakarta, dan Kevin Dendy, 21, yang kuliah di Universitas Pelita Harapan Jakarta. Dua pemuda Semarang ini nekat merintis bisnis kuliner camilan bola ubi di kota kelahiran mereka meski secara fisik keduanya banyak menghabiskan waktu di Ibu Kota.

“Awalnya, kami sempat mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara ngurus usaha ini sama kuliah. Tapi seiring berjalannya waktu, kami sudah mulai bisa ngebagi waktunya, karena dua-duanya harus berjalan seimbang,” ujar Ricky kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Bisnis camilan bola ubi yang diberi nama Bobipong atau bola ubi kopong itu dirintis sejak 2 Juni 2017 lalu. Meski selama ini makanan olahan ubi masih dianggap sebelah mata oleh penikmat kuliner usia muda, namun keduanya optimistis bisnis tersebut bisa berkembang. Sebab, ubi yang semula terkesan tradisional tersebut berhasil disulap menjadi bola ubi kopong yang lebih kekinian.

“Ide awal bikin Bobipong itu karena melihat tren yang ada di pasaran anak muda, khususnya di daerah Jakarta dan Bandung, terus kepikiran deh untuk mencoba usaha ini dan membukanya di Semarang. Karena di Semarang belum ada, makanya berani coba untuk membuka bisnis ini,” papar Ricky.