Wedding Anti Mainstream di Gedung Angker nan Romantis, Para Tamu Tertarik Susuri Gedung Tua

1381
BERBASIS HERITAGE: Suasana pernikahan di gedung tua Lawang Sewu Semarang, beberapa waktu lalu. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERBASIS HERITAGE: Suasana pernikahan di gedung tua Lawang Sewu Semarang, beberapa waktu lalu. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERBASIS HERITAGE: Suasana pernikahan di gedung tua Lawang Sewu Semarang, beberapa waktu lalu. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERBASIS HERITAGE: Suasana pernikahan di gedung tua Lawang Sewu Semarang, beberapa waktu lalu. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Tempat angker berhasil disulap menjadi singgasana pelaminan yang romantis, glamor sekaligus sakral oleh Alvi Wijaya. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

GEDUNG tua Lawang Sewu hingga saat ini memiliki daya pikat kuat. Nuansa urban legend yang melekat erat masih terjaga utuh di bangunan yang terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang atau di sudut Jalan Pandanaran dan Jalan Pemuda ini. Eksotisme bangunan peninggalan kolonial Belanda yang dibangun 1904 silam ini menarik digunakan sebagai objek fotografi, pre wedding maupun sekadar foto selfie.

Bahkan belakangan, konseptor prosesi wedding art mengincar eksotisme gedung bekas perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS) ini. Salah satunya adalah Alvi Wijaya, pemilik Lakone Wedding Organizer. Ia mengeksplorasi konsep wedding dengan mengambil setting Lawang Sewu Semarang.

”Ada nuansa urban legend melekat kuat di Lawang Sewu. Yakni, arsitektur yang luar biasa unik. Saya tertantang mengeksplorasi kesan angker menjadi romantis, glamor sekaligus sakral,” kata Alvi Wijaya saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Semarang, belum lama ini.

Dia mengambil konstruksi gedung Lawang Sewu menjadi setting (latar belakang) singgasana pelaminan. Perpaduan lighting yang remang-remang menghadirkan suasana mistis. Namun dipadukan dengan warna keemasan juga menghasilkan suasana glamor. ”Kami sengaja mengambil konsep pesta pernikahan berbasis heritage,” katanya.

Selain itu, paduan warna soft seperti kuning dan biru muda menghadirkan suasana romantis. Tidak hanya itu, ornamen-ornamen asli dan bangunan prosesi pernikahan membuat suasana lebih sakral.