Dulu Hanya Jajanan Tradisional, Kini Ada Es Krim dan Snack

Melongok Tradisi Weh-wehan Maulid Nabi Muhammad Warga Kaliwungu

398
TUKAR MAKANAN: Warga Kaliwungu saling berkunjung untuk silaturahmi dan bertukar makanan maupun minuman dalam tradisi weh-wehan, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUKAR MAKANAN: Warga Kaliwungu saling berkunjung untuk silaturahmi dan bertukar makanan maupun minuman dalam tradisi weh-wehan, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Ada yang menarik dari tradisi weh-wehan untuk memperingati Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW bagi warga Kecamatan Kaliwungu, Kendal. Mereka saling berkunjung ke rumah tetangga sekitarnya dan saling memberikan makanan. Seperti apa?

BUDI SETYAWAN, Kendal

TRADISI weh-wehan tetap dipertahankan warga Kaliwungu setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan kecintaan terhadap Rasul yang dilahirkan sebagai rahmat bagi alam semesta.

Tradisi weh-wehan ini berasal dari kata aweh atau memberi. Sedangkan weh-wehan sendiri bagi warga Kaliwungu dimaknai dengan saling memberi. Umumnya yang diberikan ke warga lain adalah makanan dan minuman yang sudah disiapkan oleh warga sejak pagi hari.

Tradisi weh-wehan ini dimulai selepas salat Asar sebagai tanda pergantian hari dalam tahun Hijriyah. Tepatnya memasuki tanggal 12 Rabiul Awal yang ditengarai sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.