Gotong Jenazah

247

Anda pasti sudah melihat videonya. Yang viral itu.

Video itu beredar luas di media sosial, Minggu (25/8). Juga menjadi pemberitaan utama media massa.

Gara-gara peristiwa itu juga, Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah meminta maaf. Dia berjanji mengubah standar operasional prosedur (SOP) penggunaan ambulans di kotanya.

Memang miris melihatnya. Ketika melihat video itu. Yang mempertontonkan seorang pria menggotong jenazah anak kecil. Di gotong begitu saja keluar dari Puskesmas Cikokol. Tidak mendapatkan fasilitas ambulans.

Peristiwa itu bermula dari Husein (8), dan temannya Fitrah (12). Mereka tenggelam di Sungai Cisadane. Husein ditemukan Jumat (23/8/2019) sore. Fitrah baru ketemu malam harinya. Fitrah sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Husein dibawa ke puskesmas terdekat. Masih tampak bernafas saat ditemukan. Namun nyawanya tetap tak tertolong.

Supriyadi, paman Husein, lantas memohon kepada Puskesmas memberikan pinjaman ambulans. Namun ditolak. Alasannya:  ambulans di puskesmas itu hanya untuk mengantar pasien. Bukan jenazah. Begitulah bunyi SOP dari Dinas Kesehatan Tangerang.

Mendapat jawaban itu, Supriyadi lantas menggotong jenazah Husein berjalan kaki keluar puskesmas. Ia sempat berjalan menuju jembatan penyeberangan.

Langkahnya terhenti di dekat jembatan penyeberangan. Seorang pengendara mobil melihat peristiwa memilukan tersebut. Pengendara itu pun menawarkan tumpangan.

Peristiwa itu menuai pro dan kontra di kalangan netizen. Ada yang menyatakan petugas Puskesmas tak memiliki nurani. Tetapi ada juga yang mengatakan ambulans memang terikat SOP. Termasuk harus steril.

Pro dan kontra ini bisa ditengok di Instagram @infia_fact. Seperti disampaikan @unclecimbo. Mereka  menyatakan mobil ambulans memang tidak diperkenankan mengantar jenazah.