Nyamuk Nonpolitik

86

Sesekali bicara soal nyamuk. Nyamuk beneran.

Biar pun demo di Hongkong belum juga berhenti. Tiap hari. Sejak entah kapan itu. Bahkan Minggu lusa disiapkan yang terbesar lagi. 

Juga biar pun Trump masih tetap menarik. Dengan perang dagangnya, perang rasnya, dan perang dengan Irannya.

Pun biar Pakistan dan India bikin sejarah baru. Di perbatasan mereka.

Ups, biar pun dagang sapi lagi seru-serunya di sekitar monas. Sampai saling seruduk dan selentak.

Nyamuk tetap juga penting.

Terutama di kemarau seperti ini. Atau di musim panas di Amerika dan Eropa. 

Yang kita bicarakan ini nyamuk Asia. Yang suka menyebarkan malaria (dulu) dan demam berdarah (sekarang).

Kini muncul secercah hope.

Teorinya sudah saya baca sepuluh tahun lalu.

Tapi praktek di lapangannya baru saya baca kemarin: bahwa teori itu betul. Bisa diterapkan: nyamuk bisa dibinasakan. Secara total. Dengan menerapkan teori itu.

Uji cobanya dilakukan di dua pulau kecil. Penduduknya 2000 orang. Paling banyak penderita demam berdarahnya. 

Dua pulau itu di dekat daratan Guangdong. Di selatan Hongkong.

Dua tahun lamanya uji coba itu dilakukan. Kini nyamuk di sana hilang sama sekali. Penduduk dua pulau itu sangat senang. Meski awalnya mereka skeptis.

Itulah Pulau Sazhai dan Dadaosha. 

Sengaja dipilih pulau kecil untuk mengukur keberhasilannya. Letaknya juga agak jauh dari daratan. Agar tidak ada nyamuk baru yang migrasi. 

Selama dua tahun itu 200 juta nyamuk baru dimasukkan ke kedua pulau tersebut. Semuanya laki-laki, ups, jantan. Yang sudah dikebiri. Dalam arti sudah dimandulkan. Ilmu pengetahuan sudah bisa memproduksi nyamuk baru dalam kondisi mandul.